Legislator Bustami Siap Kawal Aspirasi Mahasiswa Kedokteran Universitas Malahayati
Bustami Zainudin saat menerima audiensi dari tim advokasi kedokteran seluruh Indonesia. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Anggota Dewan Perwakilan
Daerah (DPD) RI asal Lampung Bustami Zainudin siap mengawal aspirasi mahasiswa
Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati yang terancam gagal menyandang gelar
dokter.
Bustami menjelaskan, ada tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malayati mengadu ke DPD RI. Pengaduan ini berawal dari penyampaian aspirasi dari tim advokasi kedokteran seluruh Indonesia.
Tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati yang menemui Bustami adalah Muhammad Husni, Nova Pamasta, dan Anita.
“Tim advokasi kedokteran seluruh Indonesia menyampaikan aspirasi ada kurang lebih 3.000-7.000 orang dokter di Indonesia yang sudah lulus perkuliahannya, sudah lulus koasnya, namun mereka terancam kena DO,” kata Bustami melalui keterangan resmi kepada Kupastuntas.co, Rabu (6/5/2026).
Padahal, lanjut Bustami, Presiden Prabowo di hadapan Majelis Permusawatan Rakyat Republik Indonesia menyatakan ingin membuka dimana-mana Fakultas Kedokteran. Karena Indonesia kekurangan dokter.
“Yang menjadi ironisnya adalah ini kok ada 3.000-7.000 orang calon dokter malah mau di DO. Kenapa sampai terjadi seperti itu, ternyata ada Undang-Undang Sisdiknas, Undang Undang Pendidikan Tinggi ya berkaitan dengan masa perkuliahan yang wajib harus diselesaikan berapa tahun begitu ya. Kita belum dalami itu, karena baru awal mereka laporkan ke DPD,” lanjut Bustami.
Bustami mengungkapkan, bukan hanya tiga mahasiswa ini yang melapor ke dirinya, karena masih ada kurang lebih 120 atau 130 dari Universitas Malayati.
“Salah satu solusinya adalah diskresi presiden, karena kalau mereka menunggu undang-undang, ada perubahan undang-undang, pasti semakin panjang lagi,” ungkapnya.
Bustami menambahkan, menindaklanjuti aspirasi tersebut, DPD pada 13 atau 14 April lalu langsung membahas di sidang paripurna.
“Salah satu pimpinan Komite I di DPD itu Pak Dr. Andi Sopian juga seorang dokter. Yang membidang ini komite 3 juga langsung merespon. Kami akan bahas lagi setelah kembali ke masa sidang pada 24 Mei mendatang,” imbuhnya.
Bustami menegaskan, pihaknya akan terus mengawal pengaduan mahasiswa ini sampai adanya kebijakan afirmasi oleh pemerintah khususnya Presiden. “Kita kekurangan dokter dan ini harus dilakukan kebijakan supaya mereka bisa betul-betul menjadi seorang dokter,” tegas Bustami.
Selain itu, lanjut Bustami, pimpinan Komite III DPD RI Dailami akan meneruskan kepada Menteri terkait. (*)
Berita Lainnya
-
Gebrakan TASPEN Group, Bekali Ratusan PNS Lampung Tengah Menuju Purnabakti 2027 yang Sejahtera
Kamis, 07 Mei 2026 -
200 Unit Taksi Listrik Resmi Daftar KIR Perdana di Bandar Lampung
Kamis, 07 Mei 2026 -
118 Badan Eksekutif Mahasiswa dan Mentan Amran Bertemu Berdialog Program Prioritas Pemerintah
Kamis, 07 Mei 2026 -
Jajaki Investasi Strategis, Lampung Tawarkan Kota Baru hingga Kawasan Wisata kepada Real Estat Indonesia
Kamis, 07 Mei 2026








