Nelayan Lampung Timur Curhat ke Gibran soal BBM Langka dan Pendangkalan Kuala Penet
Tampak warga berdesakan ingin melihat Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat datang ke Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, Jumat (8/5/2026). Foto: Agus/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Timur - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menerima keluhan tentang persoalan bahan bakar minyak (BBM) hingga pendangkalan Pantai Kuala Penet saat berdialog dengan nelayan di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, Jumat (8/5/2026).
Gibran tiba di lokasi untuk meninjau Koperasi Nelayan Merah Putih, sekitar pukul 09.22 WIB dan langsung disambut ratusan nelayan serta warga pesisir yang telah menunggu sejak pagi. Dalam kunjungannya, ia menyempatkan diri berbincang langsung dengan masyarakat untuk mendengar berbagai persoalan yang dihadapi nelayan setempat.
Di hadapan para nelayan, Gibran meminta agar persoalan masyarakat pesisir segera mendapat penyelesaian, terutama setelah dibangunnya Kampung Nelayan di wilayah tersebut.
“Persoalan nelayan harus selesai dan kebutuhan mereka harus terpenuhi,” kata Gibran saat berdialog dengan warga.
Dalam pertemuan itu, nelayan mengeluhkan keterbatasan BBM untuk kebutuhan melaut. Selain itu, mereka juga menyoroti pendangkalan Pantai Kuala Penet di Desa Margasari yang dinilai menghambat aktivitas kapal nelayan saat keluar masuk perairan dan bersandar.
Kondisi tersebut disebut berdampak langsung terhadap aktivitas melaut dan distribusi hasil tangkapan ikan masyarakat pesisir Labuhan Maringgai.
Selain mendengar keluhan nelayan, Gibran juga menaruh perhatian terhadap sektor tambak udang vaname yang menjadi salah satu potensi ekonomi masyarakat setempat. Ia berharap keberadaan Kampung Nelayan mampu mendorong peningkatan produksi para petambak.
Saat ini, setiap kelompok petambak disebut mampu menghasilkan sekitar 42 ton udang vaname. Pemerintah menargetkan produksi tersebut dapat meningkat hingga 10 persen dalam waktu mendatang.
Usai berdialog dengan nelayan, Gibran melanjutkan pertemuan tertutup bersama para kepala desa setempat selama kurang lebih 20 menit. Setelah itu, rombongan bertolak menuju lapangan Desa Karanganyar untuk menuju helipad sebelum melanjutkan perjalanan ke Bandar Lampung.
Sementara itu, antusiasme warga terlihat memadati pintu keluar lokasi kunjungan. Ratusan warga rela berdesakan demi dapat melihat dan menyapa langsung orang nomor dua di Indonesia tersebut. Petugas Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) tampak beberapa kali mengurai kerumunan warga agar situasi tetap kondusif. (*)
Berita Lainnya
-
Warga Kecewa Tak Bisa Masuk Saat Wapres Gibran Tinjau Koperasi Merah Putih di Lamtim
Jumat, 08 Mei 2026 -
Danrem 043/Gatam Tekankan Ketahanan Pangan dan Pengamanan Way Kambas Lamtim
Senin, 27 April 2026 -
Penutupan HUT Kabupaten Lampung Timur, Perputaran Uang UMKM Tembus Rp 10 Miliar
Minggu, 26 April 2026 -
Kehadiran Ratusan Prajurit TNI Dongkrak Ekonomi Warga Desa Rajabasalama 2 Lamtim
Sabtu, 18 April 2026








