• Sabtu, 09 Mei 2026

200 Taksi Listrik Segera Mengaspal di Bandar Lampung, Pengamat Khawatir Tambah Kemacetan

Sabtu, 09 Mei 2026 - 11.26 WIB
33

Pakar transportasi dari Institut Teknologi Sumatera (Itera), Muhammad Abi Berkah Nadi. Foto: Ist

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Sebanyak 200 unit mobil listrik telah melakukan pendaftaran perdana uji KIR kendaraan listrik di Kota Bandar Lampung. Langkah ini menjadi tanda dimulainya operasional armada taksi listrik di Provinsi Lampung dalam waktu dekat.

Kehadiran transportasi berbasis energi ramah lingkungan tersebut mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk akademisi dan pengamat transportasi.

Pakar transportasi dari Institut Teknologi Sumatera (Itera), Muhammad Abi Berkah Nadi, menilai keberadaan taksi listrik menjadi kemajuan positif bagi transportasi modern di Lampung, namun kesiapan infrastruktur dan kondisi lalu lintas perkotaan masih menjadi tantangan besar.

Menurut Abi, kondisi jalan di Bandar Lampung saat ini belum sepenuhnya siap menampung tambahan armada kendaraan baru, terlebih pada jam sibuk pagi dan sore hari.

“Bagi pandangan saya, kesiapan taksi listrik di Kota Bandar Lampung masih terbilang belum memadai dengan kondisi volume kendaraan saat ini. Apabila perbandingan lebar efektif jalan dengan volume kendaraan saat jam puncak seperti pagi dan sore hari, maka akan tercipta kemacetan lalu lintas,” kata Abi, Sabtu (9/5/2026).

Ia menilai pemerintah perlu memikirkan skema pengaturan lalu lintas yang matang, termasuk kemungkinan penyediaan jalur khusus atau pengaturan rute operasional bagi armada taksi listrik agar tidak memperparah titik kemacetan yang selama ini menjadi persoalan utama di Bandar Lampung.

“Harus diperlukan jalur khusus rute bagi taksi listrik agar meminimalisir tingkat kemacetan pada titik sentral kemacetan seperti di Kedaton maupun di Antasari,” ujarnya.

Meski demikian, Abi melihat taksi listrik memiliki peluang besar untuk meningkatkan layanan transportasi di wilayah yang selama ini minim angkutan umum.

“Taksi listrik akan sangat berpengaruh sekali bagi wilayah Lampung yang minim angkutan publik. Tinggal bagaimana pemerataan kebutuhan angkutan publik di tiap daerahnya,” lanjutnya.

Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah menghadirkan kendaraan listrik karena dinilai mampu menekan tingkat polusi udara di perkotaan. Menurutnya, penggunaan kendaraan berbasis energi baru terbarukan merupakan kebutuhan jangka panjang yang sejalan dengan arah perkembangan transportasi global.

“Kita apresiasi karena taksi listrik memberikan dampak positif bagi lingkungan yang bisa meminimalisir polusi udara. Kendaraan listrik memang sudah dibutuhkan untuk jangka panjang terhadap renewable energy,” katanya.

Namun Abi menegaskan, solusi utama untuk mengatasi kemacetan di Bandar Lampung bukan hanya menghadirkan kendaraan listrik, melainkan memperkuat sistem angkutan umum massal seperti bus dan kereta api.

“Yang harus dibutuhkan Kota Bandar Lampung adalah angkutan umum massal seperti bus dan kereta api untuk angkutan murah bagi penumpang. Tinggal nanti taksi menjadi angkutan feeder penghubung setelah masyarakat menggunakan bus dan kereta menuju lokasi tujuan,” jelasnya.

Selain itu, ia menyoroti masih minimnya fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Lampung. Menurutnya, jumlah SPKLU di tempat publik umum masih jauh tertinggal dibandingkan daerah di Pulau Jawa yang penggunaan kendaraan listriknya sudah lebih masif.

“Saya akui fasilitas SPKLU di Lampung belum sangat memadai di tempat publik umum seperti di Pulau Jawa. Hal ini yang harusnya Pemerintah Daerah Lampung dapat berkolaborasi dengan stakeholder agar bisa menyediakan SPKLU bagi kendaraan listrik di tempat publik umum,” ungkapnya.

Abi juga mengingatkan pentingnya kesiapan sumber daya manusia, khususnya para pengemudi taksi listrik. Ia menyarankan adanya pembekalan dan pelatihan khusus terkait penggunaan kendaraan listrik guna menghindari kesalahan operasional di lapangan.

“Sekadar saran saya juga bagi para driver yang akan menggunakan taksi listrik harus diberi pembekalan dan diklat penggunaan kendaraan listrik agar tidak terjadi kesalahan dalam penggunaan berkendara,” tandasnya.

Dengan mulai hadirnya ratusan armada taksi listrik, Lampung dinilai tengah memasuki era baru transportasi modern dan ramah lingkungan. Namun keberhasilan implementasinya tetap bergantung pada kesiapan infrastruktur, integrasi transportasi publik, serta pengelolaan lalu lintas yang matang agar inovasi tersebut tidak justru menambah persoalan kemacetan di perkotaan. (*)