• Senin, 11 Mei 2026

‎Viral, Pondok Pesantren di Mesuji Lampung Dibakar Massa

Senin, 11 Mei 2026 - 07.31 WIB
122

‎Viral, Pondok Pesantren di Mesuji Lampung Dibakar Massa. Foto: liputan6.com

‎Kupastuntas.co, Mesuji - Kebakaran hebat melanda Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jadid di Desa Tanjung Mas Jaya, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, Lampung, pada Jumat malam, 8 Mei 2026.

Peristiwa itu diduga merupakan aksi pembakaran yang dilakukan oleh massa hingga membuat bangunan pondok pesantren hangus dilalap api.

‎Insiden tersebut menjadi perhatian publik setelah video kebakaran beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman yang viral, terlihat kobaran api membesar dan melahap hampir seluruh bagian bangunan ponpes, sementara warga sekitar memadati lokasi untuk menyaksikan kejadian tersebut.

‎Situasi malam itu disebut berlangsung mencekam. Api dengan cepat membesar dan menerangi area sekitar pondok pesantren. Sejumlah warga terdengar panik saat api terus membakar bangunan yang berada di lingkungan pemukiman tersebut.

‎Kasatreskrim Polres Mesuji, M Prenata Al Ghazali membenarkan adanya peristiwa pembakaran di Ponpes Nurul Jadid.

Polisi memastikan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB dan kini sedang dalam penanganan aparat kepolisian.

‎“Benar, video yang beredar itu merupakan peristiwa pembakaran bangunan di Ponpes Nurul Jadid yang dilakukan oleh massa,” ujar Prenata, dilansir liputan6com, Minggu (10/5/2026).

‎Hingga kini, polisi masih mendalami penyebab serta motif di balik aksi pembakaran tersebut.

Aparat juga terus mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti guna mengungkap siapa saja yang terlibat dalam aksi anarkis itu.

‎Dalam perkembangan penyelidikan, polisi telah mengamankan satu orang yang diduga ikut terlibat dalam pembakaran pondok pesantren tersebut.

‎"Terduga pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim Polres Mesuji," terang Prenata.

‎Polisi memastikan proses pengembangan kasus terus dilakukan untuk memburu pelaku lainnya yang diduga ikut dalam aksi pembakaran.

Aparat juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya sambil menunggu hasil resmi penyelidikan kepolisian. (*)