• Sabtu, 16 Mei 2026

Mengapa Pelaku Penembakan Polisi Memilih Bersembunyi di Wilayah Teluk Hantu?

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11.36 WIB
42

Mengapa Pelaku Penembakan Polisi Memilih Bersembunyi di Wilayah Teluk Hantu?. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Pesawaran - Pertanyaan besar timbul mengapa pelaku penembakan Bripka Anumerta Arya Supena, Bahroni, memilih bersembunyi di wilayah Teluk Hantu?

Penelusuran kupastuntas.co, Teluk Hantu merupakan kawasan wisata pantai yang berada di Desa Pagar Jaya, Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran. Wilayah ini berada di pesisir selatan Lampung dan berbatasan dengan wilayah Kabupaten Tanggamus. 

Teluk Hantu dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam tersembunyi dengan panorama laut yang masih alami. 

Secara geografis, Teluk Hantu berada di ujung selatan Pulau Sumatera dan menghadap langsung ke perairan Selat Sunda.

Kawasan ini memiliki hamparan pasir putih, air laut berwarna biru kehijauan, ombak relatif tenang, serta dikelilingi perbukitan hijau dan batu karang alami. 

Desa Pagar Jaya sendiri memiliki luas sekitar 21 ribu hektare dengan tujuh dusun dan menjadi salah satu desa pesisir di Kecamatan Punduh Pidada. 

Berdasarkan data desa wisata, jumlah penduduk mencapai sekitar 1.500 jiwa lebih dengan mayoritas masyarakat bekerja sebagai nelayan dan petani. 

Selain Teluk Hantu, wilayah ini juga memiliki sejumlah objek wisata lain, diantaranya Pulau Wayang Mini, Pantai Kucing Riang, Pantai Batu Payung, Karang Menyingok, Batu Pengantin, Spot sport fishing dan wisata bahari lainnya. 

Nama “Teluk Hantu” sendiri berasal dari cerita masyarakat setempat. Menurut warga, dahulu di kawasan pantai tersebut terdapat makam tua sehingga masyarakat sejak lama menyebutnya sebagai Teluk Hantu. 

Meski namanya terdengar menyeramkan, kawasan ini justru terkenal karena keindahan alamnya yang eksotis dan masih alami. 

Akses menuju Teluk Hantu dari Bandar Lampung memakan waktu sekitar tiga hingga empat jam perjalanan darat melalui jalur Padang Cermin–Punduh Pidada–Pagar Jaya.

Kondisi jalan menuju lokasi sebagian sudah diperbaiki, namun beberapa titik masih rusak dan berbatu sehingga pengunjung disarankan menggunakan kendaraan prima. 

Fasilitas wisata di Teluk Hantu masih tergolong sederhana. Di lokasi hanya terdapat pondok kayu milik warga, area parkir, spot foto, serta fasilitas MCK seadanya. Banyak wisatawan datang untuk camping, snorkeling, memancing, hingga menikmati suasana pantai yang jauh dari keramaian.

Tidak mengherankan, jika Bahroni memiliki wilayah Teluk Hantu untuk bersembunyi. Karena wilayah ini cukup tersembunyi, karena berada di ujung selatan Pulau Sumatera dan menghadap langsung ke perairan Selat Sunda. (*)