• Senin, 18 Mei 2026

Dua Jemaah Haji Lampung Wafat di Arab Saudi, Lansia Diimbau Kurangi Aktivitas

Senin, 18 Mei 2026 - 16.17 WIB
18

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Lampung, M Ansori F Citra, saat dimintai keterangan, Senin (18/5/2026). Foto: Ria/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Di tengah proses pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Antara Lampung tahun 2026, kabar duka datang dari Tanah Suci. Hingga saat ini, tercatat dua jemaah haji asal Lampung meninggal dunia di Arab Saudi.

Kedua jemaah tersebut masing-masing berasal dari Kabupaten Lampung Timur dan Kabupaten Lampung Utara. Jemaah asal Lampung Timur meninggal dunia di Madinah, sementara jemaah asal Lampung Utara wafat di Makkah.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Lampung, M Ansori F Citra, mengatakan kedua jemaah sebelumnya telah dinyatakan laik terbang berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan.

Namun demikian, faktor usia serta kondisi kelelahan diduga menjadi penyebab menurunnya kondisi kesehatan para jemaah.

"Khusus Ibu Sugiarti, beliau sempat jatuh di Madinah hingga mengalami fraktur. Setelah kondisinya membaik, beliau dibawa ke Makkah menggunakan ambulans. Namun setibanya di Makkah mengalami tekanan darah tinggi dan sesak napas hingga akhirnya meninggal dunia di hotel," ujar Ansori saat dimintain keterangan, Senin (19/5/2026).

Menjelang puncak ibadah haji atau Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), Ansori mengimbau seluruh jemaah, khususnya lanjut usia (lansia), agar menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri menjalankan ibadah sunah secara berlebihan.

Menurutnya, fokus utama jemaah adalah mempersiapkan kondisi fisik untuk menjalani rangkaian puncak ibadah haji yang membutuhkan stamina prima.

"Tujuan utama ke sana adalah berhaji. Jangan sampai terlalu banyak umrah sunah atau aktivitas lain sehingga kelelahan saat puncak haji nanti," pesannya.

Ia juga meminta para jemaah untuk mengurangi aktivitas di luar hotel mengingat suhu udara di Arab Saudi saat ini cukup ekstrem.

Penggunaan alat pelindung diri seperti payung serta memperbanyak konsumsi air putih menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci.

"Keluhan terbesar jemaah saat ini memang cuaca panas. Karena itu kami minta jemaah lebih banyak istirahat dan menjaga kondisi tubuh," tandasnya. (*)