• Senin, 18 Mei 2026

GMNI Versi Konfercablub Klaim Menang Mutlak, Tegaskan Forum Sah Secara Organisasi

Senin, 18 Mei 2026 - 14.38 WIB
18

Ketua DPC GMNI Kota Metro periode 2026–2028 versi Konfercablub, Muhammad Khoirur Rofiki (Kopiah Hitam) dan Sekretarisnya, Muhammad Abie Faisal. (Ist)

Kupastuntas.co, Metro - Polemik internal organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Metro kian memanas. Setelah sebelumnya Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Kota Metro menyebut pelaksanaan Konferensi Cabang Luar Biasa (Konfercablub) sebagai forum ilegal dan inkonstitusional, kini kubu pelaksana Konfercablub angkat bicara dan menegaskan bahwa forum tersebut sah secara organisasi serta telah memenuhi mekanisme konstitusi.

Tak hanya membantah tudingan ilegal, kubu Konfercablub bahkan mengklaim kemenangan mutlak dalam proses konsolidasi organisasi yang berlangsung di Aula Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, pada Minggu (17/05/2026) kemarin. 

Forum yang berlangsung di tengah tensi panas dualisme internal GMNI Metro itu menetapkan Muhammad Khoirur Rofiki sebagai Ketua DPC GMNI Kota Metro periode 2026–2028 secara aklamasi. Sementara posisi Sekretaris Cabang dipercayakan kepada Muhammad Abie Faisal.

Keduanya ditetapkan melalui Surat Ketetapan Nomor 07/TAP tentang Pengesahan Ketua dan Sekretaris Terpilih Konferensi Cabang Luar Biasa DPC GMNI Kota Metro periode 2026–2028 di bawah kepemimpinan DPP GMNI Sujahri Somar–Amir Mahfut.

Pelaksanaan Konfercablub disebut dihadiri tiga unsur komisariat GMNI se-Kota Metro, yakni DPK Universitas Muhammadiyah Metro, DPK UIN Jurai Siwo, dan DPK Unila Kampus B.

Namun dinamika terjadi menjelang persidangan dimulai. DPK Unila Kampus B memilih abstain dan tidak mengikuti jalannya sidang hingga akhir forum. Meski demikian, panitia dan pimpinan sidang tetap melanjutkan agenda konferensi dengan alasan kuorum telah terpenuhi sesuai mekanisme organisasi.

Keputusan tersebut menjadi titik krusial yang kini memantik perdebatan tajam di internal organisasi mahasiswa nasionalis tersebut. Di satu sisi, kubu DPC sebelumnya menyebut forum tidak memenuhi syarat kuorum serta melanggar AD/ART. Namun di sisi lain, kubu Konfercablub justru menegaskan bahwa forum berjalan sah, demokratis, dan konstitusional. Situasi itu memperlihatkan konflik legitimasi yang kini benar-benar terbuka di tubuh GMNI Kota Metro.

Kepada awak media, Ketua DPC GMNI Kota Metro versi Konfercablub, Bung Khoirur Rofiki menegaskan bahwa agenda tersebut bukan dilatarbelakangi kepentingan kelompok tertentu.

“Konfercablub ini bukan lahir karena kepentingan individu ataupun kelompok tertentu, tetapi lahir dari semangat bersama untuk menjaga keberlangsungan organisasi dan memperkuat persatuan kader GMNI Kota Metro,” kata dia, Senin (18/5/2026).

Ia menilai Konfercablub bukan sekadar agenda administratif semata, melainkan ruang evaluasi terhadap dinamika organisasi yang selama ini terjadi.

“Konfercablub bukan sekadar agenda organisasi yang bersifat administratif. Forum ini adalah ruang evaluasi, ruang koreksi, sekaligus ruang konsolidasi perjuangan. Sebab organisasi yang hidup adalah organisasi yang berani menghadapi persoalan, berani melakukan pembenahan, dan berani menentukan arah gerak baru demi keberlanjutan cita-cita perjuangan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut seolah menjadi jawaban atas kritik keras yang sebelumnya dilontarkan kubu DPC GMNI Kota Metro yang menuding adanya gerakan inkonstitusional dan upaya merusak marwah organisasi. Kubu Konfercablub justru memandang forum tersebut sebagai jalan keluar untuk menyelamatkan organisasi dari stagnasi internal dan konflik berkepanjangan.

Mengusung tema Meneguhkan Konsolidasi Organisasi untuk Mewujudkan Kepemimpinan Marhaenis yang Progresif dan Revolusioner, forum itu disebut menjadi momentum penting untuk memperkuat basis kaderisasi dan arah perjuangan organisasi di Kota Metro.

Khoirur juga menegaskan bahwa kepengurusan DPC GMNI Kota Metro periode 2026–2028 akan dibangun dengan semangat kolektif-kolegial dan mengedepankan persatuan kader sebagai fondasi utama organisasi. Menurutnya, arah gerak tersebut sejalan dengan visi Ketua Umum DPP GMNI periode 2025–2028, Sujahri Somar, yakni Menyulam Persatuan. 

Di tengah konflik yang terus memanas, kubu Konfercablub juga menyampaikan optimismenya bahwa GMNI Kota Metro ke depan akan tampil sebagai organisasi yang aktif dalam gerakan rakyat, kuat secara ideologi, dan progresif dalam membangun ruang intelektual kader.

“Konfercablub ini menjadi ruang refleksi, evaluasi, dan konsolidasi organisasi guna melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa GMNI Kota Metro menjadi organisasi perjuangan yang lebih solid, progresif, dan revolusioner,” tandasnya Khoirur.

Perseteruan dua kubu GMNI Metro kini diprediksi masih akan terus berlanjut. Masing-masing pihak sama-sama mengklaim memiliki legitimasi konstitusional dan dukungan kader. Di balik pertarungan organisasi itu, publik kini menanti apakah konflik tersebut akan berujung pada rekonsiliasi kader atau justru semakin memperlebar jurang perpecahan di tubuh GMNI Kota Metro. (*)