• Rabu, 20 Mei 2026

Catat! Bantuan Pangan Februari–Maret 2026 Mulai Cair di Lampung Timur, Dapat 20 Kg Beras dan 4 Liter Minyak Goreng

Selasa, 19 Mei 2026 - 17.16 WIB
28

Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi cek keberadaan beras dan minyak goreng di gudang bulog. Foto: Agus/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Timur - Pemerintah Kabupaten Lampung Timur bersama Perum Bulog mulai menyalurkan bantuan pangan alokasi Februari–Maret 2026 kepada masyarakat. Penyaluran dipusatkan di Gudang Bulog Gedong Dalam, Kecamatan Batanghari Nuban, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi, jajaran Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Sosial, perwakilan Perum Bulog Kantor Cabang Metro, Forkopimcam Batanghari Nuban, kepala desa se-kecamatan setempat, serta petugas penyalur bantuan.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Metro, Ferdian Darma Atmaja, mengatakan penyaluran ini merupakan hari kedua pelaksanaan bantuan pangan dari pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional.

"Program ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, terutama di tengah kondisi ekonomi dan musim yang memengaruhi ketahanan pangan,” ujarnya.

Ferdian menjelaskan, pada tahap awal 2026 bantuan tidak hanya berupa beras, tetapi juga minyak goreng. Setiap penerima mendapatkan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan.

"Karena penyaluran Februari dan Maret dilakukan sekaligus, maka masyarakat menerima 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” jelasnya.

Ia berharap bantuan tersebut mampu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga stabilitas pangan daerah.

Sementara itu, Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi menyampaikan apresiasi kepada Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog atas dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, kami mengucapkan terima kasih atas komitmen dalam menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat,” katanya.

Menurut Azwar, program ini memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan dari tingkat kabupaten hingga desa. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menangani persoalan pangan.

"Ketahanan pangan merupakan isu yang kompleks, sehingga perlu penanganan yang komprehensif dan sinergi lintas sektor,” tegasnya.

Ia juga meminta seluruh pihak, mulai dari aparat kecamatan hingga desa, untuk mengawal penyaluran bantuan agar berjalan tertib, transparan, dan tepat sasaran.

"Pastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang berhak sesuai data yang telah ditetapkan,” pesannya.

Penyaluran bantuan pangan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Lampung Timur. (*)