Kisruh GMNI Metro Memanas, DPK Unila Kampus B Bantah Hadiri Konfercablub
Potret surat pernyataan sikap DPK GMNI Unila Kampus B. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Metro - Polemik internal Gerakan Mahasiswa
Nasional Indonesia (GMNI) Kota Metro terus bergulir panas. Setelah sebelumnya
kubu penyelenggara Konferensi Cabang Luar Biasa (Konfercablub) mengklaim forum
berjalan sah dan memperoleh kemenangan mutlak secara organisasi, kini giliran
Dewan Pengurus Komisariat (DPK) GMNI Unila Kampus B angkat bicara dan membantah
keras keterlibatan mereka dalam forum tersebut.
Ketua DPK GMNI Unila Kampus B, Dwi Harianti, secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap menyusul munculnya pemberitaan yang menyebut komisariatnya hadir dalam forum Konfercablub GMNI Metro yang digelar pada Minggu (17/5/2026).
Dalam klarifikasinya, Dwi Harianti menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak pernah menghadiri forum tersebut, bahkan mengaku tidak pernah menerima undangan resmi dari panitia pelaksana maupun pihak komisariat lain.
“Kami menegaskan bahwa DPK GMNI UNILA Kampus B tidak pernah hadir dalam forum Konfercablub tanggal 17 Mei 2026. Ketua komisariat beserta seluruh jajaran pengurus, anggota, dan kader tidak pernah menerima undangan resmi,” tegasnya dalam rilis tertulis yang diterima Kupastuntas.co, Senin (18/5/2026) malam.
BACA JUGA: GMNI Versi Konfercablub Klaim Menang Mutlak, Tegaskan Forum Sah Secara Organisasi
Pernyataan itu sekaligus membantah klaim yang sebelumnya berkembang di ruang publik terkait kehadiran DPK GMNI Unila Kampus B dalam forum Konfercablub. Bahkan, mereka menyebut pencantuman nama komisariat tersebut sebagai bentuk manipulasi data forum.
Tak hanya itu, DPK GMNI Unila Kampus B juga menolak keras narasi yang menyebut mereka meninggalkan forum di tengah jalannya sidang Konfercablub. Menurut mereka, tuduhan tersebut merupakan upaya sistematis untuk merusak reputasi organisasi dan menyerang integritas pribadi ketua komisariat.
“Narasi bahwa kami meninggalkan forum adalah bentuk pembunuhan karakter atau character assassination. Tuduhan itu menyerang integritas Ketua Komisariat secara pribadi dan merusak reputasi seluruh kader DPK UNILA Kampus B,” lanjut pernyataan tersebut.
Situasi ini memperlihatkan bahwa konflik di tubuh GMNI Metro bukan lagi sekadar perbedaan pandangan organisasi, tetapi mulai menjurus pada pertarungan legitimasi yang sarat kepentingan politik internal. Masing-masing kubu tampak berlomba membangun opini dan mengklaim dukungan komisariat demi memperkuat posisi mereka di tengah dualisme yang berkembang.
DPK GMNI Unila Kampus B bahkan secara terbuka menantang pihak penyelenggara Konfercablub untuk membuktikan tudingan tersebut. Mereka meminta adanya bukti konkret berupa surat undangan resmi hingga dokumentasi kehadiran fisik pengurus komisariat di lokasi acara.
“Tunjukkan bukti fisik atau digital surat undangan resmi yang dikirimkan kepada Ketua Komisariat, serta dokumentasi otentik berupa foto, video, maupun daftar hadir yang membuktikan kehadiran pengurus DPK Unila Kampus B,” bunyi tuntutan dalam pernyataan sikap tersebut.
Jika pihak penyelenggara tidak mampu membuktikan klaim tersebut, DPK GMNI Unila Kampus B menilai tindakan pencatutan nama organisasi itu sebagai pelanggaran etika berorganisasi yang serius dan berpotensi masuk dalam ranah hukum.
“Kami menilai tindakan pencatutan nama ini sebagai bentuk pelanggaran etika organisasi yang berat dan terindikasi sebagai tindak pidana pencemaran nama baik organisasi,” tegas mereka.
Kisruh GMNI Metro sendiri dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian publik mahasiswa di Kota Metro. Forum Konfercablub yang digelar sebelumnya disebut-sebut memunculkan kepengurusan tandingan dan memantik perdebatan terkait legalitas forum, mekanisme organisasi, hingga validitas peserta yang hadir.
Di tengah konflik tersebut, muncul dugaan adanya pencatutan nama sejumlah komisariat untuk memperkuat legitimasi forum. Hal inilah yang kini dipersoalkan DPK GMNI Unila Kampus B.
DPK GMNI Unila Kampus B pun mengimbau seluruh kader GMNI se-Kota Metro serta insan pers untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi.
“Kami mengimbau seluruh kader GMNI dan rekan-rekan media massa untuk lebih selektif, objektif, dan melakukan check and recheck agar tidak terjebak dalam disinformasi yang merugikan pihak lain,” tutup pernyataan tersebut.
Sementara itu, Ketua pelaksana Konfercablub GMNI Kota Metro, Muhammad Khoirur Rofiki memberikan tanggapannya terkait bantahan dan tantangan terbuka yang disampaikan DPK GMNI Unila Kampus B.
"Kami sudah menyampaikan undangan, DPP sudah mengetahui dan Konfercablub di Metro ini sudah clear," tandasnya singkat saat dikonfirmasi Kupastuntas.co, Selasa (19/5/2026). (*)
Berita Lainnya
-
Penerimaan PBB-P2 Metro Baru 12,9 Persen, Wakil Wali Kota Sebut Alarm Fiskal Daerah
Selasa, 19 Mei 2026 -
GMNI Versi Konfercablub Klaim Menang Mutlak, Tegaskan Forum Sah Secara Organisasi
Senin, 18 Mei 2026 -
Kritik Pemkot Metro Pasif Tunggu Anggaran, Efril Hadi Desak OPD Kreatif Genjot PAD
Senin, 18 Mei 2026 -
Kasus Rekrutmen Pegawai Honorer Kota Metro, Polda Dikabarkan Segera Tetapkan Tersangka
Senin, 18 Mei 2026








