• Rabu, 20 Mei 2026

Hewan Kurban Masuk-Keluar Lampung Diawasi Ketat Jelang Iduladha 2026

Rabu, 20 Mei 2026 - 14.17 WIB
16

Lapak hewan kurban di Jaga Baya, Bandar Lampung, Rabu (20/5/2026). Foto: Ria/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, pengawasan kesehatan hewan kurban di Provinsi Lampung semakin diperketat. Balai Veteriner Lampung bersama Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Lampung turun langsung melakukan pemantauan guna memastikan ternak kurban yang beredar dalam kondisi sehat dan layak dikonsumsi masyarakat.

Pengawasan dilakukan mulai dari sentra peternakan, lokasi penjualan hewan kurban, tempat pemotongan, hingga jalur distribusi ternak keluar dan masuk Provinsi Lampung.

Kepala Balai Veteriner Lampung, Suryantana mengatakan pihaknya mendukung penuh pengawasan yang dilakukan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung maupun pemerintah kabupaten/kota.

Menurutnya, Balai Veteriner memiliki tugas utama melakukan pengujian laboratorium untuk mendeteksi dan mengidentifikasi penyakit pada hewan ternak.

“Dalam momentum Iduladha ini kami bersama dinas provinsi dan kabupaten/kota turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesehatan hewan kurban sebelum dipotong,” kata Suryantana, Rabu (20/5/2026).

Ia memastikan sejauh ini kondisi hewan kurban di Lampung dalam keadaan sehat dan aman untuk disembelih. Hewan yang telah melalui pemeriksaan kesehatan juga diberikan tanda khusus sebagai penanda layak kurban.

“Hewan yang sudah diperiksa akan ditempel tanda sehat, sehingga masyarakat tidak perlu ragu karena ternak tersebut telah dinyatakan aman,” ujarnya.

Selain memastikan kesehatan ternak, pengawasan juga difokuskan pada keamanan daging kurban yang nantinya dikonsumsi masyarakat.

Suryantana mengimbau masyarakat segera berkoordinasi dengan dinas terkait apabila menemukan lokasi pemotongan hewan kurban yang belum terpantau petugas pengawasan.

“Kalau ada lokasi pemotongan yang belum teridentifikasi dan belum ada petugas, masyarakat bisa melapor ke dinas provinsi maupun kabupaten/kota agar kami dapat menurunkan tenaga pengawasan kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Karantina Lampung, Yadi AR mengatakan pihaknya memperketat pengawasan lalu lintas ternak kurban yang keluar maupun masuk Lampung.

Menurutnya, Lampung menjadi salah satu daerah pemasok ternak kurban untuk berbagai wilayah di Sumatera dan Pulau Jawa sehingga pemeriksaan kesehatan di jalur distribusi menjadi sangat penting.

“Kami bertugas di pintu lalu lintas ternak atau border. Ternak dari Lampung tidak hanya untuk kebutuhan daerah sendiri, tetapi juga dikirim ke berbagai wilayah di Sumatera dan Jawa,” kata Yadi.

Ia memastikan seluruh ternak yang melintas di jalur karantina telah menjalani pemeriksaan kesehatan secara ketat sebelum diizinkan masuk ataupun keluar daerah.

“Kami ingin memastikan ternak yang dikirim dari Lampung benar-benar sehat dan aman untuk kebutuhan kurban. Ini hasil kolaborasi antara Dinas Peternakan, Balai Veteriner dan Karantina,” ujarnya.

Hingga saat ini, pihak karantina memastikan belum ditemukan adanya penyakit pada hewan kurban yang diperiksa.

“Alhamdulillah sampai saat ini belum ditemukan penyakit pada ternak kurban. Mudah-mudahan sampai hari H semuanya tetap aman dan terkendali,” tutupnya. (*)