• Kamis, 21 Mei 2026

Belum Ada Kasus Hantavirus di Bandar Lampung, Dinkes Minta Warga Waspadai Tikus dan Lingkungan Kotor

Kamis, 21 Mei 2026 - 13.35 WIB
14

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi A. Temenggung. Foto: Sri/Kupastuntas.co

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Di tengah meningkatnya perhatian terhadap penyebaran penyakit menular, Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung memastikan hingga Mei 2026 belum ditemukan kasus hantavirus di wilayah setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi A. Temenggung, mengatakan sampai saat ini tidak ada laporan kasus hantavirus yang masuk baik dari rumah sakit maupun puskesmas di Bandar Lampung.

“Sampai dengan bulan Mei 2026 tidak ada laporan kasus Hantavirus baik dari Rumah Sakit maupun Puskesmas,” kata Muhtadi, Kamis (21/5/2026).

Meski belum ditemukan kasus, Dinkes Bandar Lampung tetap mengeluarkan Surat Edaran Kewaspadaan Hantavirus kepada seluruh fasilitas kesehatan dan masyarakat sebagai langkah antisipasi dini.

Muhtadi menjelaskan, hantavirus merupakan virus yang dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia akibat paparan tikus atau curut serta lingkungan yang terkontaminasi.

Penularan virus ini dapat terjadi melalui kontak langsung dengan tikus yang terinfeksi maupun kotorannya. Selain itu, seseorang juga bisa tertular saat menghirup debu yang telah terkontaminasi air liur, urin, atau kotoran tikus.

“Kontak dengan benda yang terkontaminasi kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut juga dapat menjadi jalur penularan,” ujarnya.

Ia menambahkan, risiko paparan lebih tinggi pada orang yang tinggal atau bekerja di lingkungan dengan populasi tikus tinggi seperti gudang, kebun, maupun rumah kosong yang tidak terawat.

Namun demikian, hingga kini belum ditemukan adanya penularan hantavirus dari manusia ke manusia.

“Semua golongan usia berisiko terpapar Hantavirus,” jelasnya.

Untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut, Dinkes Bandar Lampung mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan tikus maupun jejak kotorannya.

"Kita minta warga juga menutup lubang-lubang di rumah agar tikus tidak masuk, menyimpan makanan di wadah tertutup, serta membersihkan area yang terindikasi terdapat tikus dengan metode pel basah atau wet cleaning agar debu tidak beterbangan, " ungkapnya.

Selain itu, masyarakat diminta tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan memakai sabun, menjaga daya tahan tubuh, menggunakan masker saat sakit, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada suspek hantavirus.

Dinkes juga mengingatkan masyarakat yang melakukan aktivitas luar ruang seperti berkemah atau pendakian agar lebih berhati-hati terhadap potensi paparan dari lingkungan yang menjadi habitat tikus liar. (*)