• Jumat, 22 Mei 2026

Minyakita Mahal, Pemprov Lampung Kucurkan 1 Juta Liter untuk Stabilkan Harga

Jumat, 22 Mei 2026 - 11.52 WIB
31

Tampak antrian warga yang ingin membeli Minyakita di Pasar Untung Surapati, Bandar Lampung, Jum'at (22/5/2026). Foto: Ria/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bergerak cepat mengintervensi lonjakan harga minyak goreng Minyakita dengan menggelar operasi pasar di sejumlah pasar tradisional, salah satunya di Pasar Untung Surapati, Bandar Lampung, Jum'at (22/5/2026).

Langkah ini dilakukan setelah harga Minyakita di pasaran sempat mencapai Rp21 ribu per liter, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, M. Zimmi Skil, mengatakan Minyakita memiliki peran penting sebagai penyeimbang harga minyak goreng di masyarakat.

Menurutnya, Minyakita diproduksi oleh perusahaan eksportir crude palm oil (CPO) dan produk turunannya sebagai kewajiban perusahaan yang melakukan ekspor.

"Kita sama-sama tahu bahwa Minyakita itu sebagai penyeimbang harga minyak goreng. Minyakita adalah minyak yang diproduksi oleh perusahaan eksportir CPO dan turunannya. Kalau perusahaan tersebut ekspor, maka berkewajiban membuat Minyakita," ujar Zimmi.

Ia menjelaskan, berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025, distribusi Minyakita sejatinya diperuntukkan bagi pasar, bukan untuk bantuan pangan.

Namun, pada periode November hingga Desember 2025 serta Februari sampai April 2026, Minyakita digunakan sebagai tambahan bantuan pangan pemerintah bersama beras 10 kilogram.

"Nah, yang digunakan adalah minyak goreng Minyakita untuk penambahan bantuan pangan empat liter ke seluruh Indonesia," katanya.

Akibatnya, distribusi Minyakita ke pasar sempat tersendat sehingga stok di pasar tradisional berkurang dan harga melonjak.

"Minyak goreng tidak langka, tetapi Minyakita itu distop distribusinya ke pasar. Sehingga Minyakita sebagai penyeimbang harga minyak goreng itu tidak ada lagi penyeimbang harga minyak goreng di pasar," jelasnya.

Pemprov Lampung kini berharap distribusi Minyakita kembali normal setelah bantuan pangan tidak lagi menggunakan produk tersebut.

Untuk menekan harga, Pemprov Lampung bersama 15 kabupaten/kota melakukan operasi pasar serentak dengan target distribusi mencapai 1 juta liter Minyakita bekerja sama dengan Bulog dan dinas perdagangan kabupaten/kota.

"Kita minta satu juta liter kepada Bulog untuk menstabilkan harga di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung," ujarnya.

Zimmi menambahkan, operasi pasar yang digelar selama Mei 2026 mulai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan pantauan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), harga Minyakita di sejumlah pasar kini sudah berada di bawah HET.

"HET Minyakita Rp15.700, tetapi di pasar-pasar pantauan SP2KP harganya sudah Rp15.500. Semoga saja minyak kita yang berasal dari luar Provinsi Lampung itu akan tertekan harganya sehingga mengikuti HET," katanya.

Sementara itu, salah seorang warga bernama Sodik mengaku terbantu dengan adanya operasi pasar tersebut. Ia membeli Minyakita kemasan dua liter dengan harga Rp31 ribu.

"Hari ini beli minyak goreng Minyakita ukuran dua liter harga Rp31 ribu, alhamdulillah ini sangat membantu. Bersyukur alhamdulillah, Bu. Kita kan orang dagang," ujarnya. (*)