• Senin, 25 Mei 2026

Duel Pelajar SMP di Bandar Lampung Berujung Penusukan, Satu Siswa Kritis

Senin, 25 Mei 2026 - 15.42 WIB
43

Duel Pelajar SMP di Bandar Lampung Berujung Penusukan, Satu Siswa Kritis. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Seorang siswa SMP Negeri 44 Bandar Lampung berinisial V (13) mengalami luka tusuk usai terlibat perkelahian dengan teman satu sekolahnya di Jalan Raden Pemuka Gang Masjid, Lingkungan II RT 06, Kelurahan Gunung Sulah, Kecamatan Way Halim, Senin (25/5/2026) siang.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka tusuk di bagian punggung dan pinggang hingga harus dilarikan ke RSUD Abdul Moeloek untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapolsek Sukarame Kompol Henry Dunan Pandiangan mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.15 WIB. Polisi yang menerima informasi langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan pelaku berikut barang bukti.

"Pelaku berinisial KAS (13), juga masih berstatus pelajar. Saat ini pelaku beserta barang bukti berupa pisau dapur sudah diamankan di Polsek Sukarame untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Henry dalam keterangannya.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban dan pelaku yang diketahui masih satu sekolah di SMPN 44 Bandar Lampung itu sempat terlibat perkelahian di lokasi kejadian.

Menurut keterangan saksi, saat perkelahian berlangsung pelaku berada dalam posisi terdesak. Pelaku kemudian mengambil sebilah pisau dapur yang diselipkan di pinggangnya dan langsung menusuk korban.

"Pelaku menusuk korban pada bagian pinggang sebelah kanan sebanyak dua kali dan satu kali pada bagian punggung atas sebelah kiri,” ujarnya.

Akibat penusukan tersebut, korban mengalami luka di bagian punggung atas sebelah kiri sepanjang sekitar 1 sentimeter. Selain itu terdapat dua luka tusuk di bagian pinggang kanan dengan panjang luka sekitar 5 sentimeter dan 0,5 sentimeter.

Salah seorang warga sekitar, Eni Susiati, mengaku tidak melihat langsung peristiwa penusukan karena sedang bekerja. Namun saat pulang ke rumah, suasana di lokasi sudah ramai dipenuhi warga dan polisi.

"Pulang-pulang itu sudah ribut, sudah banyak polisi di situ,” ujarnya.

Eni mengatakan, korban dan pelaku diduga sudah sempat berselisih sejak berada di sekolah sebelum akhirnya perkelahian berlanjut ke lokasi kejadian.

"Katanya memang sudah berantem dari sekolah, terus lari ke sini,” katanya.

Menurutnya, lokasi tersebut memang sering dijadikan tempat berkumpul para remaja dan beberapa kali terjadi keributan antar pelajar.

"Sering anak-anak kumpul di sini, sering berantem juga. Cuma kalau yang parah baru ini,” ungkapnya.

Warga sekitar juga sempat panik setelah mendengar teriakan korban usai terkena tusukan.

"Tadi ada yang teriak, ‘Ayah aku ditusuk, ayah aku ditusuk’,” tuturnya.

Saat ini polisi masih melakukan pendalaman terkait motif perkelahian antar pelajar tersebut. (*)