Kebakaran Hebat Hanguskan 20 Lapak Pasar Tempel Kuripan Bandar Lampung
Kebakaran Hebat Hanguskan 20 Lapak Pasar Tempel Kuripan Bandar Lampung. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Kebakaran hebat melanda Pasar Tempel Kuripan di Jalan Dr Setia Budi RT 02 LK III, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Teluk Betung Barat, Bandar Lampung, Minggu (24/5/2026) malam sekitar pukul 23.30 WIB.
Api yang diduga berasal dari percikan termos listrik di salah satu kios pedagang ikan asin itu menghanguskan sejumlah kios dan puluhan lapak pedagang.
Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan ke Mako Damkar Tandean Senin dini hari sekitar pukul 00.07 WIB. Dalam waktu singkat, petugas pemadam kebakaran langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung, Anthony Irawan mengatakan, berdasarkan keterangan saksi di lokasi, api pertama kali muncul dari kios milik Mbah Tria, seorang pedagang ikan asin.
"Menurut keterangan petugas pasar, Bapak Idris, api awalnya muncul dari termos listrik di kios milik Mbah Tria. Saksi melihat ada percikan api yang kemudian menimbulkan kobaran hingga api cepat membesar dan merembet ke kios serta lapak lainnya,” katanya.
Kobaran api yang cepat membesar membuat para pedagang panik. Material kios semi permanen yang mudah terbakar membuat api dengan cepat menjalar ke area sekitar pasar.
Petugas Damkar dari berbagai pos siaga langsung diterjunkan ke lokasi. Unit pertama tiba hanya tiga menit setelah laporan diterima atau sekitar pukul 00.10 WIB.
Adapun armada yang dikerahkan terdiri dari Unit Banteng dan Unit Supply Mako Tandean, Unit Supply Pos Siaga Teluk Betung Utara, Unit Supply Kedamaian, serta Unit Gajah Pos Siaga Teluk Betung Timur.
Sebanyak 27 personel diterjunkan dalam proses pemadaman. Petugas berjibaku selama lebih dari dua jam untuk menjinakkan api dengan menghabiskan enam tangki air.
"Proses pemadaman selesai sekitar pukul 02.10 WIB. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Anthony.
Berdasarkan data sementara dari pamong setempat, kebakaran menghanguskan satu kios permanen dan sejumlah kios non permanen milik pedagang.
Kios permanen milik Rusli, pedagang sembako, mengalami kerugian sekitar Rp15 juta. Sementara kios non permanen milik Tuti, pedagang sembako, ditaksir rugi Rp15 juta, kios milik Wisnu, pedagang ayam, sekitar Rp2,5 juta, kios milik Abi, pedagang sembako, sekitar Rp15 juta, serta kios milik Mbah Tria, pedagang ikan asin, sekitar Rp2,5 juta.
"Total kerugian kios diperkirakan mencapai Rp35 juta," ungkapnya.
Tak hanya kios, kebakaran juga meludeskan sekitar 20 lapak pedagang, dengan rincian 15 lapak terisi dan lima lainnya dalam keadaan kosong.
Beberapa lapak yang terdampak di antaranya milik pedagang sembako, ayam, ikan basah, ikan laut, tempe hingga jagung. Kerugian dari lapak-lapak tersebut ditaksir mencapai Rp3,75 juta.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran ini membuat aktivitas para pedagang terganggu dan menyebabkan kerusakan cukup besar di area pasar tradisional tersebut. (*)
Berita Lainnya
-
Pelaku Penembakan di Metro Menyerahkan Diri Karena Takut Ditembak di Tempat
Senin, 25 Mei 2026 -
Kelistrikan Lampung Berangsur Normal, PLN UID Lampung Pulihkan Pasokan Listrik Hingga Ke Masyarakat
Senin, 25 Mei 2026 -
PLN Sampaikan Progres Pemulihan Kelistrikan di Sumatra: Pulih Bertahap, Lebih Dari 8,3 Juta Pelanggan Telah Menikmati Kembali Pasokan Listrik
Minggu, 24 Mei 2026 -
PTPN I Regional 7 Buka Ruang Restorative Justice bagi Buruh Sadap Lansia
Minggu, 24 Mei 2026








