• Rabu, 03 Juni 2026

BGN Gandeng Sekolah dan Pemda Perkuat Validasi Data Penerima MBG

Selasa, 02 Juni 2026 - 09.15 WIB
29

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Badan Gizi Nasional (BGN) melibatkan pihak sekolah dan Pemda untuk memperkuat validasi data penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini dilakukan guna memastikan seluruh kelompok sasaran mendapatkan layanan secara tepat dan merata.

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya mengatakan, validasi data penerima manfaat menjadi prioritas agar pelaksanaan Program MBG semakin tepat sasaran.

“Verifikasi dilakukan melalui koordinasi antara koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) tingkat kecamatan dengan lurah dan kepala desa,” kata Sonny dikutip Antara, Senin (1/6/2026).

Melalui mekanisme ini dilakukan pendataan serta pencocokan data ibu hamil, ibu menyusui, balita, peserta didik dari PAUD hingga SMA/SMK, termasuk para santri di pondok pesantren.

Sebagai bentuk transparansi, lanjutnya, hasil validasi data penerima manfaat kini dapat diakses publik melalui dasbor validasidatapm.bgn.go.id. BGN juga mendorong kepala sekolah, pengelola posyandu, lurah, kepala desa, camat, hingga kepala daerah untuk aktif melakukan pengecekan data di wilayah masing-masing.

"Apabila terdapat ibu hamil, ibu menyusui, balita, peserta didik, maupun santri, yang belum terdata atau belum menerima layanan MBG, informasi tersebut dapat segera disampaikan kepada BGN melalui Koordinator SPPI Kecamatan atau hotline WhatsApp 0851-1139-4466," kata Sony.

Ia menjelaskan data penerima manfaat yang saat ini digunakan merupakan hasil pendataan awal yang dilakukan pada periode Mei hingga Juli 2024. Saat itu proses pengumpulan data melibatkan Babinsa dan dilakukan secara berjenjang hingga tingkat Kodam, sebelum diserahkan kepada tim persiapan pelaksanaan Program MBG.

Sony mengakui pada masa awal tersebut BGN masih menghadapi keterbatasan sumber daya. Selain belum memperoleh dukungan anggaran operasional, jumlah personel BGN saat itu juga masih sangat terbatas, sehingga koordinasi formal lintas instansi belum dapat dilakukan secara optimal.

Meski demikian melalui penguatan koordinasi antar-kementerian dan partisipasi aktif pemerintah daerah serta masyarakat, BGN optimis validasi data akan menghasilkan basis data penerima manfaat yang lebih akurat hingga tingkat desa dan kelurahan.

Data yang valid tersebut menjadi fondasi penting untuk memastikan Program MBG dapat menjangkau seluruh kelompok sasaran secara tepat, merata, dan berkelanjutan. (*)