• Rabu, 03 Juni 2026

‎Presiden Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana

Selasa, 02 Juni 2026 - 21.42 WIB
84

Dadan Hindayana. Foto: Ist.

‎Kupastuntas.co, Nasional - Presiden RI melakukan perombakan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN.

‎Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6/2026).

‎Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pergantian pimpinan tidak hanya terjadi pada posisi kepala lembaga, tetapi juga mencakup jajaran wakil kepala.

Selain Dadan Hindayana, Presiden juga mengganti Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya dari jabatan Wakil Kepala BGN.

‎“Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo, dilansir Detikcom.

‎Pemerintah juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi para pejabat yang dinilai telah berperan dalam membangun fondasi kelembagaan BGN sejak awal berdiri.

‎Pergantian ini menjadi sorotan karena BGN merupakan lembaga strategis yang bertanggung jawab menjalankan Program Makan Bergizi Gratis, salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Program tersebut menyasar jutaan pelajar dan kelompok rentan di seluruh Indonesia.

‎Dadan Hindayana sendiri bukan sosok baru di dunia akademik. Ia merupakan dosen pada Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB).

‎Sebelum memimpin BGN, Dadan dikenal sebagai akademisi yang aktif melakukan penelitian di bidang pertanian dan perlindungan tanaman.

‎Karier Dadan di BGN dimulai saat ia dilantik oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada 19 Agustus 2024, menjelang berakhirnya masa pemerintahan Jokowi.

‎Saat itu, Dadan dipercaya memimpin lembaga yang dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis yang menjadi janji politik pasangan Prabowo-Gibran.

‎Dari sisi pendidikan, Dadan menempuh studi Proteksi Tanaman di IPB pada periode 1986-1990. Ia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Jerman, yakni di University of Bonn dan Leibniz Universität Hannover.

‎Berdasarkan data Kemendikbud, Dadan memiliki kualifikasi akademik doktor (S3) dan jabatan fungsional lektor.

‎Selain aktif sebagai pengajar, Dadan juga menghasilkan sejumlah karya ilmiah yang dipublikasikan di tingkat nasional maupun internasional.

‎Beberapa penelitian yang pernah diterbitkannya membahas serangan tikus sawah terhadap tanaman padi hingga keanekaragaman serangga di kawasan reklamasi pascatambang.

‎Dengan berakhirnya masa jabatannya di BGN, perhatian publik kini tertuju pada arah baru lembaga tersebut dan kelanjutan program makan bergizi gratis yang menjadi salah satu prioritas pemerintah. (*)