BULOG Lampung Serap 400 Ribu Ton Gabah Petani hingga Juni 2026
Petugas Bulog Lampung saat menyerap gabah petani. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Provinsi Lampung kembali menunjukkan peran strategisnya sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Hingga awal Juni 2026, Perum BULOG Kantor Wilayah Lampung berhasil menyerap sekitar 400 ribu ton gabah petani atau setara 202.955 ton beras.
Realisasi tersebut telah mencapai lebih dari 80 persen dari target pengadaan tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 496.334 ton gabah atau setara 253.885 ton beras.
Capaian tersebut menjadi kontribusi penting Lampung dalam memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) serta mendukung program ketahanan pangan nasional.
Dari total serapan nasional yang telah mencapai 3.008.626 ton setara beras, Lampung menjadi salah satu daerah penyumbang terbesar dalam pengadaan beras dalam negeri.
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Lampung, Rindo Safutra, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi yang kuat antara BULOG dan berbagai pihak yang terlibat dalam sektor pertanian.
"Alhamdulillah, hingga awal Juni 2026, BULOG Lampung telah berhasil menyerap sekitar 400 ribu ton gabah petani atau setara dengan 202.955 ton beras. Capaian ini telah mencapai sekitar 80 persen dari target pengadaan gabah Kanwil Lampung sebesar 496.334 ton atau setara 253.885 ton beras," katanya saat memberikan keterangan, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai langkah strategis yang dilakukan selama musim panen, mulai dari penjemputan gabah langsung di sentra produksi, penguatan kemitraan dengan penggilingan padi, hingga percepatan proses pengadaan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi yang kuat antara BULOG, pemerintah daerah, TNI/Polri, penyuluh pertanian, kelompok tani, gabungan kelompok tani, serta mitra penggilingan yang bersama-sama mendukung penguatan cadangan pangan pemerintah dan peningkatan kesejahteraan petani," katanya.
Program penyerapan gabah dan beras yang dijalankan BULOG bertujuan memberikan kepastian pasar dan harga yang layak bagi petani.
"Selain itu, program ini juga berperan penting dalam memperkuat stok Cadangan Beras Pemerintah sebagai instrumen utama menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di masyarakat," katanya.
Secara nasional, hingga 3 Juni 2026, Perum BULOG telah menyerap 3.008.626 ton setara beras atau sekitar 75 persen dari target pengadaan nasional sebesar 4 juta ton.
Realisasi tersebut menjadi salah satu capaian pengadaan terbesar dalam sejarah BULOG dan menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia.
Dengan capaian yang telah melampaui 80 persen target, BULOG Lampung optimistis dapat menuntaskan target pengadaan yang telah ditetapkan.
"Upaya penyerapan akan terus diperkuat melalui kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan hasil panen petani terserap secara optimal, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat," kata dia. (*)
Berita Lainnya
-
Lolos Unila, Putri Buruh Harian di Bandar Lampung Kini Dihantui Biaya Kuliah
Rabu, 03 Juni 2026 -
Mantan Kepala BGN Dadan Punya Harta 9 Miliar
Rabu, 03 Juni 2026 -
Dewan Pendidikan Minta Masyarakat Lapor Jika Ada Kecurangan SPMB SMA Unggul
Rabu, 03 Juni 2026 -
SPMB SMA Unggul Lampung Bermasalah, Calon Siswa Tak Bisa Daftar karena NISN Tidak Terdeteksi
Rabu, 03 Juni 2026








