• Minggu, 07 Juni 2026

‎BEM FTIK Universitas Teknokrat Indonesia Tanam 1.000 Bibit Mangrove di Desa Sidodadi, Wujud Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir

Minggu, 07 Juni 2026 - 10.42 WIB
13

BEM FTIK Universitas Teknokrat Indonesia gelar penanaman 1.000 bibit mangrove di kawasan wisata Mangrove Cuku Nyi Nyi. Foto: Ist.

‎Kupastuntas.co, Pesawaran – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) Universitas Teknokrat Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui kegiatan penanaman 1.000 bibit mangrove di kawasan wisata Mangrove Cuku Nyi Nyi, Desa Sidodadi, pada Senin, 1 Juni 2026.

‎Kegiatan yang mengusung semangat pelestarian lingkungan dan restorasi ekosistem pesisir ini melibatkan mahasiswa, dosen, pengurus organisasi kemahasiswaan, serta masyarakat setempat.

Penanaman mangrove menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga lingkungan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi keberlanjutan ekosistem pesisir.

‎Kawasan pesisir memiliki peran strategis sebagai benteng alami yang melindungi daratan dari abrasi, gelombang pasang, serta dampak perubahan iklim.

Oleh karena itu, keberadaan hutan mangrove menjadi salah satu komponen penting yang harus dijaga dan dilestarikan.

‎Kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan yang dihadiri oleh perwakilan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Teknokrat Indonesia, aparatur Desa Sidodadi, tokoh masyarakat, serta seluruh peserta kegiatan.

Dalam sambutannya, perwakilan BEM FTIK menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata nilai kepedulian sosial dan lingkungan yang harus dimiliki mahasiswa sebagai agen perubahan.

‎Menurut panitia pelaksana, kegiatan ini tidak hanya bertujuan menghijaukan kawasan pesisir, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya fungsi mangrove dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

Hutan mangrove diketahui memiliki berbagai manfaat, mulai dari mencegah abrasi pantai, mengurangi risiko banjir rob, menyerap karbon dioksida, hingga menjadi habitat berbagai biota laut seperti ikan, kepiting, dan udang.

‎Setelah sesi pembukaan, seluruh peserta menuju lokasi penanaman yang telah dipersiapkan.

Dengan penuh semangat, para peserta menanam bibit mangrove secara bertahap di sepanjang kawasan pesisir Mangrove Cuku Nyi Nyi.

Meskipun harus menghadapi medan berlumpur dan cuaca yang cukup terik, antusiasme peserta tetap tinggi hingga seluruh bibit berhasil ditanam.

‎Ketua pelaksana kegiatan mengatakan bahwa penanaman 1.000 bibit mangrove diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

‎“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kami berharap bibit mangrove yang ditanam hari ini dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta ekosistem pesisir di masa mendatang,” ujarnya.

‎Pemerintah Desa Sidodadi menyambut baik kegiatan tersebut dan memberikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia terhadap lingkungan.

Menurut mereka, kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat.

‎Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Sujadi, S.Kom., M.T.I., mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang telah melaksanakan kegiatan berdampak bagi masyarakat dan lingkungan.

‎“Mahasiswa tidak hanya dituntut unggul dalam bidang akademik dan teknologi, tetapi juga harus memiliki kepedulian sosial serta tanggung jawab terhadap lingkungan. Kegiatan ini menjadi contoh nyata implementasi nilai-nilai keberlanjutan yang perlu terus dikembangkan,” ujarnya.

‎Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen kampus dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan.

‎“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan BEM FTIK. Penanaman mangrove bukan hanya memberikan manfaat bagi lingkungan saat ini, tetapi juga menjadi investasi penting bagi generasi mendatang. Universitas Teknokrat Indonesia akan terus mendorong mahasiswa untuk menghadirkan aksi nyata yang berdampak positif bagi masyarakat,” katanya.

‎Kegiatan penanaman mangrove ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui peningkatan kapasitas penyerapan karbon, SDG 14 (Ekosistem Lautan) melalui perlindungan kawasan pesisir dan habitat biota laut, serta SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui pelestarian keanekaragaman hayati.

‎Sebagai Kampus Sang Juara, Universitas Teknokrat Indonesia terus mendorong mahasiswa untuk aktif berkontribusi dalam berbagai program sosial, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.

Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman lapangan yang berharga, tetapi juga menjadi bagian dari solusi terhadap berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi masyarakat.

Bagi siswa SMA/SMK/MA yang ingin bergabung dan berkembang bersama kampus yang aktif mencetak prestasi akademik, teknologi, dan pengabdian masyarakat, pendaftaran mahasiswa baru Universitas Teknokrat Indonesia dapat dilakukan melalui spmb.teknokrat.ac.id. (*)