Munas HIPMI di Lampung, Bahlil Ingatkan Kader Jaga Patriotisme dan Kemandirian Ekonomi
Ketua Badan Kehormatan BPP HIPMI yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia saat memberikan sambutan dalam acara Munas HIPMI di Hotel Novotel Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026). Foto: Sri/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar
Lampung - Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia
(HIPMI) di Bandar Lampung menjadi momentum konsolidasi besar bagi para
pengusaha muda dari seluruh Indonesia.
Selain menjadi ajang
pemilihan Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026–2029, forum tersebut juga
menegaskan kembali peran HIPMI dalam mencetak pengusaha nasional yang berjiwa
patriotik dan mandiri secara ekonomi.
Ketua Umum BPP HIPMI,
Akbar Himawan Buchari, menyebut hadirnya Presiden RI Prabowo Subianto di Munas
XVIII merupakan suntikan energi terbesar bagi organisasi yang kini memasuki
usia ke-58 tahun.
"Ini adalah momentum
bersejarah bagi HIPMI. Kita berkonsolidasi untuk mewujudkan kemandirian
ekonomi. HIPMI bukan hanya seremoni, tetapi wadah yang mendorong lahirnya
pengusaha-pengusaha baru di daerah," ujar Akbar dalam pembukaan Munas di
Hotel Novotel Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, mayoritas
anggota HIPMI di berbagai daerah berasal dari kalangan usaha mikro, kecil, dan
menengah (UMKM) serta pengusaha kelas menengah.
"Karena itu, HIPMI
berkomitmen mendukung program strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi
nasional melalui penciptaan pengusaha baru," katanya.
Sementara itu, Ketua
Badan Kehormatan BPP HIPMI yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
(ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa empat calon Ketua Umum yang
bertarung dalam Munas kali ini merupakan kader terbaik HIPMI.
"Empat calon ini
adalah adik-adik saya semua. Mereka merupakan kader yang telah berproses di
HIPMI," kata Bahlil.
Adapun empat kandidat
Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026–2029 yakni Reynaldo Bryan, Ade Jona Prasetyo,
Afifuddin S. Kalla (Afi Kalla), dan Anthony Leong.
Dalam pidatonya, Bahlil
juga mengingatkan bahwa tepat 58 tahun lalu HIPMI didirikan dengan tujuan
melahirkan kader entrepreneur yang nasionalis dan memiliki kecintaan terhadap
tanah air.
"HIPMI dibangun
untuk melahirkan entrepreneur yang nasionalis, memiliki jiwa patriotik, dan
mencintai negaranya. Menjadi pengusaha tidak bisa instan, semua harus berproses
dan belajar dari para senior," tegasnya.
Ia menambahkan, ada dua
gagasan besar yang menjadi fondasi organisasi tersebut sejak berdiri, yakni
semangat cinta tanah air dan kemandirian ekonomi. Menurutnya, kedua nilai itu
harus terus dijaga oleh seluruh kader HIPMI di tengah tantangan ekonomi yang semakin
dinamis.
"Kalau ingin menjadi
pengusaha besar, jangan lemah. HIPMI mengajarkan bagaimana membangun usaha
sekaligus menjaga semangat kebangsaan. Karena pengusaha yang kuat adalah
pengusaha yang mencintai negaranya," tandas Bahlil.
Munas XVIII HIPMI di
Bandar Lampung sendiri dihadiri ribuan peserta dari seluruh Indonesia dan
menjadi salah satu agenda organisasi terbesar yang digelar bertepatan dengan
peringatan hari lahir HIPMI ke-58. (*)
Berita Lainnya
-
Holiday Inn Lampung Bukit Randu Hadirkan Promo JuneJoy, Staycation Mulai Rp948 Ribu per Malam
Rabu, 10 Juni 2026 -
Bahlil Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik
Rabu, 10 Juni 2026 -
Prabowo di Munas HIPMI: Negara Kita Kaya Tapi Rakyat Masih Hidup Susah
Rabu, 10 Juni 2026 -
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026 hingga Tingkat Polsek
Rabu, 10 Juni 2026








