• Rabu, 10 Juni 2026

Wagub Jihan Ajak Ikatan Pelajar Muhammadiyah Tekan Angka Putus Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 15.57 WIB
13

Musyawarah Wilayah (Muswil) XXIII IPM Lampung di lingkungan Pendidikan Muhammadiyah Lampung, Rabu (10/6/2026). Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Wakil Gubernur (Wagub) Lampung, Jihan Nurlela, mengajak Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan menekan angka putus sekolah di Provinsi Lampung.

Ajakan tersebut disampaikan Jihan saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) XXIII IPM Lampung di lingkungan Pendidikan Muhammadiyah Lampung, Rabu (10/6/2026).

Di hadapan ratusan kader IPM dari berbagai kabupaten dan kota, Jihan menegaskan bahwa pelajar memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi emas Indonesia sekaligus menentukan masa depan pembangunan daerah.

Menurutnya, terdapat tiga fondasi utama yang harus dimiliki setiap pelajar agar mampu menjadi agen perubahan dan calon pemimpin masa depan, yakni intelektualitas, karakter, dan kepekaan sosial.

"Pertama adalah intelektualitas. Tugas utama pelajar adalah belajar dan menuntut ilmu sebanyak-banyaknya, baik melalui pendidikan formal maupun nonformal. Ilmu pengetahuan akan menjadi kompas dalam menentukan arah kehidupan," kata Jihan.

Selain kecerdasan intelektual, ia menekankan pentingnya karakter dan integritas sebagai modal utama dalam membangun generasi unggul.

"Setinggi apa pun pendidikan yang diraih, tanpa karakter yang baik, integritas, dan akhlak mulia, maka ilmu tersebut tidak akan memberikan manfaat yang berkelanjutan. Masyarakat akan lebih menghargai pribadi yang berakhlak daripada sekadar pintar," ujarnya.

Jihan juga menyoroti pentingnya kepekaan sosial di kalangan generasi muda. Menurutnya, pelajar tidak cukup hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga harus memahami persoalan yang dihadapi masyarakat dan ikut berkontribusi dalam mencari solusi.

"Pelajar harus memiliki sense of crisis, peka terhadap berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Jangan hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga memahami realitas sosial dan turut mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan yang ada," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Jihan mengungkapkan bahwa salah satu tantangan yang masih dihadapi Lampung adalah tingginya angka putus sekolah di sejumlah wilayah. Karena itu, ia berharap IPM dapat menjadi penggerak sekaligus inspirasi bagi generasi muda untuk tetap melanjutkan pendidikan.

"Saya berharap teman-teman IPM dapat menjadi influencer positif dan motor penggerak bagi anak-anak yang putus sekolah agar kembali memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan. Ini pekerjaan besar yang harus kita lakukan bersama," tegasnya.

Menurut Jihan, Pemerintah Provinsi Lampung saat ini tengah menyiapkan berbagai program intervensi di bidang pendidikan guna memperluas akses belajar masyarakat, termasuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih dekat dan mudah dijangkau hingga ke pelosok daerah.

"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk IPM, untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan dan SDM Lampung," tambahnya.

Sementara itu, Ketua PW IPM Lampung, Firdaus Armansyah, mengatakan IPM terus berupaya memperkuat peran pelajar dalam menjawab berbagai tantangan sosial dan pendidikan yang dihadapi generasi muda.

Selama periode kepengurusan 2023–2026, IPM Lampung mengusung tema "Rumah Karya Pelajar" dan telah melaksanakan 63 kegiatan yang melibatkan lebih dari 28 ribu pelajar dari berbagai latar belakang, termasuk pelajar non-Muhammadiyah dan non-Muslim.

Menurut Firdaus, berbagai program kaderisasi, pengembangan kepemimpinan, peningkatan literasi, hingga pengabdian masyarakat terus dijalankan untuk menjawab persoalan yang dihadapi pelajar, mulai dari perundungan hingga rendahnya budaya literasi.

"IPM harus hadir sebagai solusi. Kami percaya penguatan kepemimpinan pelajar, nilai-nilai Islam, dan semangat berkarya dapat menjadi jawaban atas berbagai persoalan generasi muda saat ini," ujarnya.

Saat ini, jaringan IPM di Lampung terdiri dari 15 Pimpinan Daerah, 53 Pimpinan Cabang, dan 184 Pimpinan Ranting yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.

Muswil XXIII IPM Lampung menjadi forum evaluasi organisasi sekaligus momentum untuk menyusun program kerja strategis dan memilih kepemimpinan baru yang akan melanjutkan upaya mencetak generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.

Melalui forum tersebut, diharapkan lahir berbagai gagasan dan langkah konkret yang dapat memperkuat kontribusi pelajar dalam pembangunan daerah serta mendukung terwujudnya SDM unggul menuju Lampung yang maju, inklusif, dan berdaya saing. (*)

Editor : Erik Handoko