• Kamis, 11 Juni 2026

Menko Pangan Ungkap Dugaan Jual Beli Titik 13 Ribu Dapur MBG

Kamis, 11 Juni 2026 - 14.01 WIB
28

Ilustrasi dapur MBG. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Menteri Koordinator (Menko) Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas mengungkap pembengkakan 13 ribu lebih titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur makanan bergizi gratis (MBG). Angka itu gabungan dari dapur MBG di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) dan luar wilayah 3T.

Zulhas mengatakan, pembengkakan titik dapur MBG ini terkait kasus dugaan jual beli titik. Di luar wilayah 3T, diproyeksikan awal ada 21 ribu di seluruh namun data terbaru terdapat 27.877 titik.

"Misalnya, terjadi jual beli titik, ya. Yang seharusnya rencana awal titik itu 21.000 tapi sekarang sudah ada 27.877 ribu titik, ya. Nah, ada membengkak 6.877 titik, ya. Laporan Ibu Nanik tadi barusan," kata Zulhas usai rapat koordinasi di Gedung Kemenko Pangan, Jakarta, dikutip Detik.com, Kamis (11/6/2026).

Zulhas mengatakan ada rencana 2 ribu titik SPPG di daerah 3T. Namun dalam temuannya, terdapat 8.617 titik.

"Nah, yang nomor dua Saudara-saudara, ini menjadi perhatian kita yang utama karena memang tertinggal, yaitu 3T. 3T itu didata ada 2.000 titik tapi kemudian membengkak menjadi 8.617 titik. Dan 6.138 titik itu sudah ada SK-nya dari BGN, 6.138," ujarnya.

Zulhas juga mengungkap kelebihan pengeluaran anggaran MBG senilai Rp 1 triliun setiap bulannya. Ia meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan pembenahan.

"Kalau lapak 6.877 penambahan, kalau Rp 6 juta, satu hari maka 1 tahun ada atau 1 bulan? 1 bulan. 1 bulan ada pengeluaran lebih Rp 1 triliun. Pemborosan. Berarti kalau 1 tahun Rp 12 triliun. Nah, ini yang yang maka perlu penataan untuk ditata agar bisa diperbaiki dan diselesaikan," jelas Zulhas.

Atas dasar inilah pemerintah melalui BGN dan Kementerian/Lembaga terkait akan menata ulang pelaksanaan program MBG agar lebih efisien. Ditargetkan pengaturan ulang program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini akan rampung dalam satu bulan ke depan.

"Nah ini juga akan jadi masalah, ini yang akan diselesaikan, maka perlu waktu kira-kira satu bulan untuk menata ini kembali," pungkasnya. (*)

Editor : Erik Handoko