• Sabtu, 13 Juni 2026

Kemenhub Percepat Pengembangan Kereta Api Trans Sumatera

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12.50 WIB
26

Kereta Api Indonesia. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan pembangunan jaringan Kereta Api Trans Sumatera terus dipercepat sebagai bagian dari strategi pemerintah memperkuat konektivitas antardaerah, meningkatkan efisiensi transportasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di Indonesia.

Menurut Dudy, percepatan pembangunan jaringan perkeretaapian sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan sektor perkeretaapian sebagai salah satu fondasi masyarakat modern dan ciri negara maju.

"Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan perkeretaapian sebagai fondasi masyarakat modern dan salah satu ciri negara maju," kata Dudy dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Kementerian Perhubungan menempatkan Sumatera sebagai salah satu wilayah prioritas pengembangan jaringan rel nasional. Berbeda dengan wilayah lain yang difokuskan untuk distribusi komoditas, pengembangan perkeretaapian di Sumatera diarahkan untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat angkutan barang.

Pemerintah menilai keberadaan Kereta Api Trans Sumatera akan menjadi tulang punggung konektivitas yang menghubungkan kawasan industri, sentra pertanian, pelabuhan, dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Pulau Sumatera.

Dudy menegaskan pembangunan rel kereta bukan sekadar menghadirkan infrastruktur transportasi baru, melainkan membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

"Pengembangan jaringan perkeretaapian bukan hanya pembangunan infrastruktur, tetapi upaya menghadirkan manfaat nyata melalui aksesibilitas yang lebih baik, biaya logistik yang lebih efisien, dan peluang ekonomi yang semakin terbuka," ujarnya.

Pemerintah juga menilai kereta api menjadi solusi strategis untuk menekan biaya logistik nasional yang masih relatif tinggi.

Melalui kapasitas angkut yang besar dan efisiensi operasional, kereta api mampu mengurangi ketergantungan pada angkutan jalan raya sekaligus menekan biaya distribusi barang antardaerah.

Selain memperkuat sistem logistik nasional, pengembangan kereta api juga diharapkan mengurangi beban lalu lintas kendaraan berat yang selama ini menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan.

Kereta logistik menjadi bagian penting dari program pemerintah dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien, berkelanjutan, dan terintegrasi.

Saat ini jaringan kereta api aktif nasional telah mencapai 6.927 kilometer yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Papua.

Pemerintah menargetkan pengembangan jaringan perkeretaapian nasional hingga mencapai 10.524 kilometer pada masa mendatang, termasuk jaringan kereta perkotaan yang menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat.

Sejumlah proyek strategis yang tengah didorong pemerintah meliputi pembangunan Kereta Api Trans Sumatera, pengembangan kereta logistik di Kalimantan, penyelesaian operasional Kereta Api Makassar–Parepare, serta pengembangan layanan kereta api perkotaan di berbagai wilayah.

Sementara di Pulau Jawa, pengembangan difokuskan pada peningkatan kapasitas layanan, elektrifikasi jalur, serta pengembangan kereta semi cepat dan kereta cepat. (*)

Editor : Erik Handoko