Kemenhub Percepat Pengembangan Kereta Api Trans Sumatera
Kereta Api Indonesia. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Menteri Perhubungan Dudy
Purwagandhi memastikan pembangunan jaringan Kereta Api Trans Sumatera terus
dipercepat sebagai bagian dari strategi pemerintah memperkuat konektivitas
antardaerah, meningkatkan efisiensi transportasi, serta mendorong pertumbuhan
ekonomi yang lebih merata di Indonesia.
Menurut Dudy, percepatan pembangunan
jaringan perkeretaapian sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang
menempatkan sektor perkeretaapian sebagai salah satu fondasi masyarakat modern
dan ciri negara maju.
"Langkah ini sejalan dengan arahan
Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan perkeretaapian sebagai fondasi
masyarakat modern dan salah satu ciri negara maju," kata Dudy dalam keterangannya
di Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Kementerian Perhubungan
menempatkan Sumatera sebagai salah satu wilayah prioritas pengembangan jaringan
rel nasional. Berbeda dengan wilayah lain yang difokuskan untuk distribusi
komoditas, pengembangan perkeretaapian di Sumatera diarahkan untuk mendukung
mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat angkutan barang.
Pemerintah menilai keberadaan Kereta Api Trans
Sumatera akan menjadi tulang punggung konektivitas yang menghubungkan kawasan
industri, sentra pertanian, pelabuhan, dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru
di Pulau Sumatera.
Dudy menegaskan pembangunan rel kereta bukan sekadar menghadirkan
infrastruktur transportasi baru, melainkan membuka akses ekonomi yang lebih
luas bagi masyarakat.
"Pengembangan
jaringan perkeretaapian bukan hanya pembangunan infrastruktur, tetapi upaya
menghadirkan manfaat nyata melalui aksesibilitas yang lebih baik, biaya
logistik yang lebih efisien, dan peluang ekonomi yang semakin terbuka,"
ujarnya.
Pemerintah juga menilai kereta api menjadi solusi
strategis untuk menekan biaya logistik nasional yang masih relatif tinggi.
Melalui kapasitas angkut yang besar dan efisiensi
operasional, kereta api mampu mengurangi ketergantungan pada angkutan jalan
raya sekaligus menekan biaya distribusi barang antardaerah.
Selain memperkuat sistem logistik nasional,
pengembangan kereta api juga diharapkan mengurangi beban lalu lintas kendaraan
berat yang selama ini menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan.
Kereta logistik
menjadi bagian penting dari program pemerintah dalam menciptakan sistem
transportasi yang lebih efisien, berkelanjutan, dan terintegrasi.
Saat ini jaringan kereta api aktif nasional telah
mencapai 6.927 kilometer yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan
Papua.
Pemerintah menargetkan pengembangan jaringan perkeretaapian
nasional hingga mencapai 10.524 kilometer pada masa mendatang, termasuk
jaringan kereta perkotaan yang menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat.
Sejumlah proyek strategis yang tengah didorong
pemerintah meliputi pembangunan Kereta Api Trans Sumatera, pengembangan kereta
logistik di Kalimantan, penyelesaian operasional Kereta Api Makassar–Parepare,
serta pengembangan layanan kereta api perkotaan di berbagai wilayah.
Sementara di Pulau Jawa, pengembangan difokuskan pada peningkatan kapasitas layanan, elektrifikasi jalur, serta pengembangan kereta semi cepat dan kereta cepat. (*)








