Perkuat Pelayanan Generasi Penerus Gereja, HKBP Distrik XXXII Lampung Gelar Pembinaan Guru Sekolah Minggu
Pembinaan Guru Sekolah Minggu (GSM) yang diikuti sebanyak 149 Guru Sekolah Minggu dari 9 Resort HKBP se-Distrik XXXII Lampung, di HKBP Resort Metro, Selasa (16/06/2026). Foto: Istimewa.
Kupastuntas.co, Metro - HKBP Distrik XXXII Lampung terus memperkuat kualitas pelayanan gereja melalui peningkatan kapasitas para pelayan jemaat. Setelah sukses melaksanakan Pembinaan Parhalado dan Fungsionaris Huria sebagai rangkaian Program Tahun Transformasi 2026, HKBP Distrik XXXII Lampung kembali menggelar Pembinaan Guru Sekolah Minggu (GSM) yang diikuti sebanyak 149 Guru Sekolah Minggu dari 9 Resort HKBP se-Distrik XXXII Lampung, di HKBP Resort Metro, Selasa (16/06/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari tersebut diawali dengan ibadah pembukaan yang dilayani oleh Pendeta Resort HKBP Metro, Pdt. Golkaria Nainggolan, S.Th. Suasana ibadah berlangsung penuh sukacita dan kekhidmatan, menjadi momentum penguatan spiritual bagi seluruh peserta sebelum mengikuti rangkaian pembinaan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Praeses HKBP Distrik XXXII Lampung, Pdt. Mauli H. Aritonang, S.Th., narasumber sekaligus keynote speaker Pdt. Toho Sinaga, S.Th., M.I.Kom., para Pendeta Resort dan Pendeta Jemaat se-Distrik XXXII Lampung, Parhalado, Fungsionaris Huria, serta Panitia Tahun Transformasi HKBP Distrik XXXII Lampung.
Ketua Panitia Tahun Transformasi HKBP Distrik XXXII Lampung, Dr. Donald Harris Sihotang, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembinaan Guru Sekolah Minggu merupakan bagian penting dari upaya transformasi gereja dalam mempersiapkan generasi penerus yang memiliki iman kuat, karakter Kristiani, dan kesiapan menghadapi tantangan zaman.
Menurut Donald, kegiatan ini merupakan program kedua Tahun Transformasi HKBP Distrik XXXII Lampung setelah sebelumnya dilaksanakan Pembinaan Parhalado dan Fungsionaris Huria.
“Semangat transformasi yang diusung HKBP bukan sekadar slogan, melainkan sebuah gerakan bersama untuk memperkuat kualitas pelayanan di seluruh lini kehidupan gereja, termasuk pelayanan kepada anak-anak melalui Guru Sekolah Minggu,” ujarnya.
Donald mengatakan bahwa anak-anak bukan hanya masa depan gereja, tetapi juga masa depan bangsa. Karena itu, Guru Sekolah Minggu memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai iman, moral, karakter, dan kasih Kristus sejak usia dini.
“Guru Sekolah Minggu bukan sekadar mengajar lagu atau menceritakan kisah Alkitab. Mereka adalah penanam benih iman, pembentuk karakter Kristiani, dan pelayan Tuhan yang memperkenalkan Yesus Kristus kepada anak-anak sejak dini,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa tantangan pelayanan kepada anak-anak saat ini semakin kompleks di tengah perkembangan teknologi digital, media sosial, dan berbagai pengaruh global yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai Firman Tuhan.
Karena itu, menurutnya, para Guru Sekolah Minggu harus terus belajar, beradaptasi, berinovasi, dan mengembangkan metode pelayanan yang kreatif, menarik, dan relevan tanpa meninggalkan kebenaran Firman Tuhan.
“Transformasi bukan berarti meninggalkan identitas, ajaran, dan tradisi gereja yang diwariskan para pendahulu. Transformasi adalah bagaimana nilai-nilai tersebut tetap hidup, relevan, dan mampu menjawab tantangan zaman,” tegasnya.
Donald juga mengajak seluruh Guru Sekolah Minggu untuk terlebih dahulu mengalami transformasi rohani dalam dirinya sebelum mentransformasikan orang lain.
“Tidak mungkin kita mengajarkan kasih apabila kita tidak hidup dalam kasih. Tidak mungkin kita mengajarkan Firman Tuhan apabila kita sendiri tidak mencintai Firman Tuhan. Guru Sekolah Minggu harus menjadi teladan dalam iman, perkataan, perbuatan, kasih, kesetiaan, kedisiplinan, dan kesucian hidup,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Donald menyampaikan apresiasi kepada Praeses HKBP Distrik XXXII Lampung yang terus memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas pelayanan jemaat. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pdt. Toho Sinaga yang berkenan membagikan pengalaman dan pengetahuan bagi para Guru Sekolah Minggu.
Secara khusus, ia menyampaikan penghargaan kepada HKBP Resort Metro selaku tuan rumah, Pendeta Resort, para pendeta jemaat, pengurus gereja, seluruh jemaat, dan panitia yang telah bekerja keras sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
Sementara itu, dalam materi pembinaannya, Praeses HKBP Distrik XXXII Lampung, Pdt. Mauli H. Aritonang, S.Th., mengajak para peserta merenungkan sebuah pertanyaan mendasar, yaitu:
“Apa yang akan diingat seorang anak tentang Sekolah Minggu dua puluh tahun lagi?”
Menurutnya, pelayanan Sekolah Minggu bukan sekadar rutinitas setiap Minggu, melainkan sebuah panggilan mulia untuk membentuk iman dan karakter anak-anak agar bertumbuh menjadi pribadi yang mengenal, mengasihi, dan melayani Tuhan.
Pdt. Mauli menjelaskan bahwa pelayanan Guru Sekolah Minggu HKBP harus berdiri di atas tiga tiang pelayanan, yaitu Firman Allah, Pengakuan Iman (Konfessi HKBP), dan Tatanan Gereja.
Firman Allah menjadi fondasi utama pelayanan sebagaimana tertulis dalam Ulangan 6:6-7 agar Firman Tuhan diajarkan terus-menerus kepada anak-anak, serta Markus 10:14 yang menegaskan kasih Yesus kepada anak-anak.
Pengakuan Iman HKBP menjadi pedoman dalam mengajar melalui Katekhismus Luther, Buku Ende, Agenda HKBP, Aturan dan Peraturan HKBP, RPP Sekolah Minggu, serta Konfessi HKBP. Adapun Tatanan Gereja menjadi landasan agar pelayanan berjalan tertib sesuai aturan gereja.
Dalam pemaparannya, Pdt. Mauli juga menjelaskan lima syarat menjadi Guru Sekolah Minggu, yaitu memiliki kerelaan hati melayani, berperilaku pantas diteladani, rajin mengikuti sermon, berusia minimal 18 tahun dan telah sidi, serta memahami dunia anak, termasuk aspek psikologis, emosional, dan cara belajar mereka.
Selain itu, Guru Sekolah Minggu memiliki empat fungsi utama, yakni membimbing anak mempelajari Firman Tuhan, membangun pemahaman keagamaan dan kegerejaan, mengajar sesuai pola pendidikan Sekolah Minggu HKBP, serta melakukan evaluasi dan laporan pelayanan secara berkala.
Dalam sesi berikutnya, Pdt. Mauli memperkenalkan konsep “Tiga Wajah GSM” yang dianalogikan dengan filosofi Batak Dalihan Na Tolu, yaitu Guru Sekolah Minggu sebagai Pembawa Tiang Firman, Penjaga Tiang Pengakuan Iman, dan Pelayan yang Tertib.
“Ketiga unsur tersebut harus berjalan secara seimbang agar pelayanan kepada anak-anak dapat berlangsung secara utuh, sehat, dan sesuai dengan ajaran gereja,” jelasnya.
Para peserta juga mengikuti diskusi kelompok yang membahas berbagai studi kasus pelayanan di lapangan, mulai dari metode pengajaran yang hanya berhenti pada pesan moral, kedisiplinan pelayan dalam mengikuti aturan gereja, hingga pelayanan kepada anak-anak yang berasal dari latar belakang keluarga berbeda gereja.
Melalui diskusi tersebut ditegaskan bahwa pelayanan Sekolah Minggu harus berpusat pada kasih Kristus, bukan sekadar rutinitas atau formalitas pelayanan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan refleksi pribadi dan ibadah penutup. Para peserta diajak mengevaluasi kekuatan serta aspek yang masih perlu dikembangkan dalam pelayanan mereka sebagai Guru Sekolah Minggu.
Sebagai penutup, Pdt. Mauli menegaskan bahwa pelayanan Guru Sekolah Minggu akan menjadi “rumah” yang hidup apabila dibangun di atas tiga tiang pelayanan dan dijalankan oleh para pelayan yang memiliki hati yang mengasihi anak-anak serta mengasihi Tuhan Yesus Kristus.
Melalui kegiatan ini, HKBP Distrik XXXII Lampung berharap lahir semakin banyak Guru Sekolah Minggu yang memiliki pemahaman teologis yang kuat, keterampilan mengajar yang kreatif, integritas pelayanan yang tinggi, serta hati seorang pelayan yang setia dalam membangun generasi gereja yang takut akan Tuhan, berkarakter Kristus, dan menjadi terang bagi dunia. (*)
Berita Lainnya
-
Diduga Rem Overheat, Bus Penumpang Terbakar di Tol Bakter
Senin, 15 Juni 2026 -
Mahasiswa Bubarkan Diri, Ultimatum Aksi Massa Lebih Besar Bila Tuntutan Tidak Dipenuhi
Senin, 15 Juni 2026 -
Mahasiswa Akuntansi Universitas Teknokrat Indonesia Ciptakan Inovasi 'Si KULPIS', Kerupuk Kulit Pisang yang Bernilai Ekonomi dan Ramah Lingkungan
Senin, 15 Juni 2026 -
Peringati Hari Donor Darah Sedunia, Akar Hotels & Resorts Lampung Gelar Aksi Donor Darah Bersama UDD Pembina PMI Provinsi Lampung
Senin, 15 Juni 2026








