Kemensos Gelontorkan Hampir Rp1 Triliun Bantuan Lanjutan Pascabencana di Sumatra
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) mempercepat upaya pemulihan pascabencana di wilayah Sumatra melalui penyaluran bantuan lanjutan senilai hampir Rp1 triliun. Bantuan tersebut akan disalurkan kepada lebih dari 82 ribu warga terdampak di 10 kabupaten/kota yang tersebar di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan sebagai bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang dikoordinasikan bersama Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra.
"Dalam minggu ini bantuan akan mulai disalurkan untuk wilayah terdampak di Sumatra, khususnya di 10 kabupaten dan kota yang telah melalui proses verifikasi," ujar Saifullah Yusuf usai menghadiri rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Rabu (17/6/2026) dikutip dari Detik.com.
Ia menjelaskan, bantuan akan diberikan kepada enam daerah di Aceh, yakni Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bireuen, Gayo Lues, Pidie Jaya, dan Kota Langsa. Selain itu, bantuan juga menyasar Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, serta Kota Sibolga di Sumatra Utara, dan Kabupaten Padang Pariaman di Sumatra Barat.
Program bantuan tersebut mencakup bantuan isi rumah, pemberdayaan sosial ekonomi, serta bantuan jaminan hidup yang diberikan selama tiga bulan kepada keluarga terdampak bencana.
Menurut Gus Ipul, nilai bantuan yang disalurkan pada tahap ini mendekati Rp1 triliun. Pemerintah juga membuka peluang penyaluran lanjutan apabila proses pendataan dan verifikasi tambahan telah selesai dilakukan.
"Hampir Rp1 triliun yang disalurkan pada tahap ini. Jika masih terdapat data yang harus dituntaskan, bantuan lanjutan akan kembali disalurkan pada periode berikutnya," katanya.
Ia menegaskan, seluruh data penerima bantuan berasal dari usulan pemerintah daerah yang kemudian diverifikasi dan divalidasi oleh Satgas PRR bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Data tersebut juga diperkuat dengan rekomendasi aparat penegak hukum di daerah, termasuk kepolisian dan kejaksaan.
"Kami memastikan bantuan diberikan berdasarkan data yang telah diverifikasi sehingga tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak," ujarnya.
Selain penyaluran bantuan, Kemensos bersama pendamping sosial dan pemerintah daerah akan melakukan pemantauan serta evaluasi secara berkala guna memastikan bantuan dimanfaatkan sesuai kebutuhan penerima.
Pemerintah berharap bantuan tersebut dapat mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana, sekaligus membantu mereka kembali menjalankan aktivitas dan usaha yang sempat terganggu.
"Kami ingin keluarga terdampak segera bangkit, melanjutkan usahanya, dan membangun kehidupan yang lebih baik setelah bencana," pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
BNN Waspadai Tren Narkoba Cair, Vape Disebut Jadi Jalur Peredaran Baru
Rabu, 17 Juni 2026 -
Sebut Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Tidak Jujur, Elza Syarief Mundur dari Tim Hukum
Rabu, 17 Juni 2026 -
Skema Insentif SPPG Akan Dievaluasi, Besaran Disesuaikan Jumlah Penerima MBG
Rabu, 17 Juni 2026 -
Ketua KPK Ingatkan Celah Korupsi Masih Mengintai di Tengah Digitalisasi Pengadaan
Rabu, 17 Juni 2026








