Lukisan Mural Warnai Lokasi Meninggalnya Bripka Arya Supena
Tampak lukisan mural di dinding sebuah toko roti sebagai saksi bisu aksi heroik Arya saat menjalankan tugas. Foto: Yudi/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar
Lampung - Dinding pembatas di Jalan Zainal Abidin (ZA) Pagar Alam, Labuhan
Ratu, kini tak lagi tampak kusam. Tepat di Tempat Kejadian Perkara (TKP)
gugurnya Bripka Anumerta Arya Supena, komunitas Nusantara Art Project telah
menyelesaikan sebuah karya mural raksasa yang sarat makna, memadukan
penghormatan terhadap pahlawan kamtibmas dengan edukasi visual bagi warga.
Sebagaimana rekam jejak
kasus sebelumnya, lokasi ini merupakan saksi bisu peristiwa tragis pada Mei
lalu, di mana Alm. Bripka Anumerta Arya Supena, anggota Intel Polda Lampung,
gugur ditembak pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) saat berusaha
menggagalkan aksi kejahatan di depan sebuah toko kue.
Berdasarkan pantauan
dilokasi, mural yang telah rampung dikerjakan oleh delapan seniman ini
menampilkan komposisi gambar yang sangat menyentuh. Pada sisi kiri mural,
terlihat visualisasi yang didedikasikan untuk keluarga almarhum. Digambarkan
seorang wanita berhijab (istri almarhum) tampak dari belakang, menggandeng erat
tangan dua anak laki-laki di kiri dan kanannya (kedua putra almarhum).
Ketiganya digambarkan
tengah memandang ke arah Tugu Adipura dan lanskap Kota Bandar Lampung,
menyimbolkan harapan dan ketabahan keluarga yang ditinggalkan.
Bergeser ke sisi kanan,
mural menghadirkan visualisasi dramatis dari peristiwa tragedi itu sendiri.
Terlihat siluet hitam pelaku curanmor yang tengah menodongkan dan menembakkan
senjata api ke arah korban, menciptakan kontras yang kuat antara kejahatan dan
keberanian yang terjadi di lokasi tersebut.
Tak hanya menampilkan
gambar, mural ini juga berfungsi sebagai papan imbauan publik yang permanen.
Tepat di samping visualisasi pelaku, terdapat tulisan besar berbunyi:
"Mari Bersama Menjaga Kemanan Untuk Keselamatan Kita Semua." Di
bawahnya, tercantum poin-poin imbauan praktis kamtibmas yang jelas, yaitu:
1. Kunci kendaraan Anda
dengan benar.
2. Waspada terhadap
curanmor, jangan pernah lengah.
3. Jaga keamanan kita
bersama setiap hari.
Perwakilan Nusantara Art
Project, Edi Pop, menegaskan bahwa pemilihan objek gambar istri dan kedua putra
almarhum adalah keputusan sadar untuk mengabadikan sisi kemanusiaan dari
tragedi tersebut.
"Mural ini kami
buat sebagai bentuk rasa kepedulian dari komunitas Nusantara Art Project di
lokasi kejadian anggota yang telah gugur. Selain objek keluarga (istri dan dua
anak almarhum), kami juga melukiskan kewaspadaan warga terhadap begal atau
kecopetan dan lain-lain. Karena kami juga mengedukasi masyarakat melalui visual
ini," ujar Edi saat ditemui Rabu (17/6/26).
Karya seni jalanan yang
pengerjaannya dimulai sejak Sabtu 13 Juni 2026 lalu, diharapkan tidak hanya
mempercantik estetika kota, tetapi menjadi pengingat abadi akan pengorbanan
Bripka Anumerta Arya Supena dan simbol perlawanan masyarakat terhadap tindak
kejahatan di Bandar Lampung. (*)
Berita Lainnya
-
General Manager PLN UID Lampung Dianugerahi TOP Leader on CSR Commitment 2026
Rabu, 17 Juni 2026 -
Pemprov Lampung Cicil Utang DBH dari 2025 hingga 2028
Rabu, 17 Juni 2026 -
Retribusi Fiber Optik Mulai Ditarik, Pemprov Lampung Kejar Potensi PAD Rp18 Miliar
Rabu, 17 Juni 2026 -
Viral Tertidur Saat Gubernur Berpidato, Indra Veriza Akui Lalai karena Kelelahan
Rabu, 17 Juni 2026








