• Senin, 22 Juni 2026

Mulai 4 Juli, KA Rajabasa Hadir dengan Kereta Premium Tarif Tetap

Senin, 22 Juni 2026 - 16.23 WIB
30

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre IV Tanjungkarang menghadirkan peningkatan layanan bagi pengguna Kereta Api Rajabasa. Foto: Sri/kupastuntas.co

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre IV Tanjungkarang menghadirkan peningkatan layanan bagi pengguna Kereta Api Rajabasa. Mulai 4 Juli 2026, kereta relasi Tanjungkarang-Kertapati itu akan menggunakan rangkaian Kereta Ekonomi Premium Modifikasi yang menawarkan kenyamanan lebih baik tanpa perubahan tarif tiket.

Meski fasilitas dan kenyamanan meningkat, harga tiket KA Rajabasa tetap Rp32 ribu per perjalanan karena kereta tersebut masih berstatus sebagai layanan Public Service Obligation (PSO) atau kereta bersubsidi dari pemerintah.

Manager Humas KAI Divre IV Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari, mengatakan pergantian rangkaian dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan yang selama ini menjadi pengguna setia KA Rajabasa.

"Tarif tetap Rp32 ribu karena KA Rajabasa merupakan kereta bersubsidi atau PSO dari pemerintah. Jadi masyarakat bisa menikmati fasilitas yang lebih baik dengan harga yang sama," kata Zaki, Senin (22/6/2026).

Perubahan paling mencolok terdapat pada konfigurasi kursi. Jika sebelumnya menggunakan formasi 2-3 dengan sebagian kursi saling berhadapan, kini seluruh kursi menggunakan konfigurasi 2-2 sehingga ruang duduk dan ruang kaki menjadi lebih lega.

Selain itu, rangkaian baru juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang kenyamanan seperti sandaran tangan, kursi yang dapat direbahkan, stop kontak pada setiap baris kursi, serta sistem pendingin udara yang lebih optimal.

Namun, peningkatan kenyamanan tersebut berdampak pada berkurangnya kapasitas angkut penumpang. Jika sebelumnya KA Rajabasa mampu menampung hingga 848 penumpang dalam satu perjalanan, kapasitas kini menjadi 640 penumpang.

Menurut Zaki, pengurangan jumlah kursi merupakan konsekuensi dari penggunaan desain interior yang lebih nyaman. KAI juga tidak memungkinkan menambah jumlah kereta karena keterbatasan panjang peron di sejumlah stasiun yang dilalui.

"Kami memang tidak bisa menambah rangkaian lagi karena ada keterbatasan panjang peron di sejumlah stasiun. Jadi fokusnya sekarang memberikan kenyamanan yang lebih baik," ujarnya.

Rangkaian baru KA Rajabasa terdiri dari delapan kereta ekonomi premium modifikasi, satu kereta makan, dan satu kereta pembangkit. Kehadiran kereta makan menjadi nilai tambah yang sebelumnya tidak tersedia pada rangkaian lama.

Tingginya antusiasme masyarakat terhadap layanan baru tersebut juga terlihat dari penjualan tiket perjalanan perdana. Sejumlah jadwal favorit menjelang masa libur sekolah dilaporkan telah habis terjual.

"Bahkan di tanggal-tanggal favorit menjelang masa libur anak sekolah telah habis terjual," tambah Zaki.

KAI mencatat, sepanjang 2025 KA Rajabasa melayani sebanyak 686.788 pelanggan. Sementara pada periode Januari hingga Mei 2026, jumlah pengguna telah mencapai 388.190 orang atau meningkat 38,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan jumlah penumpang tersebut menjadi salah satu indikator tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta api di Lampung dan Sumatera Selatan. (*)

Editor : Erik Handoko