Rail Clinic KAI Singgah di Sukamenanti, 250 Warga Dapat Layanan Kesehatan Gratis
Antusias warga ikuti cek kesehatan gratis di Stasiun Sukamenanti, Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Selasa (23/6/2026). Foto: Sri/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Biasanya kereta api identik dengan mengangkut penumpang dari satu kota ke kota lain. Namun berbeda dengan yang hadir di Stasiun Sukamenanti, Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Selasa (23/6/2026). Kereta ini datang bukan membawa penumpang, melainkan layanan kesehatan gratis bagi ratusan warga.
Melalui program Rail Clinic, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre IV Tanjungkarang menyulap rangkaian kereta khusus menjadi klinik berjalan yang melayani pemeriksaan kesehatan langsung di lingkungan masyarakat sekitar rel.
Sejak pagi, warga tampak memadati lokasi untuk memanfaatkan layanan yang tersedia. Mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, kesehatan mata, gigi, kebidanan, laboratorium sederhana hingga konsultasi kesehatan.
Salah satunya Arifah, warga setempat yang mengaku sudah dua kali mengikuti kegiatan Rail Clinic.
"Sangat membantu. Saya sudah dua kali ikut. Tadi cek kesehatan badan saja. Semuanya gratis," ujarnya.
Menurut Arifah, layanan seperti ini sangat bermanfaat bagi warga karena bisa memperoleh pemeriksaan kesehatan tanpa harus mengeluarkan biaya.
"Harapannya bisa terus diadakan di hari-hari berikutnya," tambahnya.
Executive Vice President PT KAI Divre IV Tanjungkarang, Hendy Helmy, mengatakan sebanyak sekitar 250 warga dan siswa sekolah dasar di sekitar Stasiun Sukamenanti menjadi sasaran kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan Rail Clinic merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) KAI yang ditujukan untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar jalur perkeretaapian.
"Semua layanan diberikan secara gratis, mulai dari pemeriksaan kesehatan, kebidanan, laboratorium, kesehatan mata hingga penyuluhan kesehatan," kata Hendy.
Tak hanya layanan kesehatan, KAI juga menyerahkan bantuan berupa dua kursi roda, delapan kruk, 20 kacamata untuk lansia dan 30 kacamata baca bagi siswa sekolah dasar.
Hendy menjelaskan Rail Clinic merupakan kereta kesehatan khusus yang dilengkapi berbagai fasilitas medis sehingga dapat berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain untuk menjangkau masyarakat.
"Kereta ini memang dirancang untuk mendatangi masyarakat yang berada di sekitar lingkungan kereta api. Di dalamnya terdapat berbagai peralatan kesehatan yang dapat digunakan untuk pelayanan medis dasar," ujarnya.
Selain memeriksa kesehatan warga, petugas juga memberikan edukasi keselamatan perjalanan kereta api agar masyarakat lebih memahami pentingnya menjaga keamanan di sekitar jalur rel.
Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Bandar Lampung, Wilson Faisol, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.
"Kehadiran Rail Clinic menjadi bentuk dukungan nyata bagi kesehatan masyarakat, terlebih kegiatan ini bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT ke-344 Kota Bandar Lampung, " katanya.
Di tengah keterbatasan akses kesehatan yang masih dirasakan sebagian warga, kehadiran kereta klinik di Pidada menjadi pemandangan yang tidak biasa. Rel yang selama ini hanya dilewati kereta penumpang, kali ini menjadi jalur datangnya layanan kesehatan langsung ke tengah masyarakat. (*)
Berita Lainnya
-
Seminar Nasional BKPI UIN RIL Bahas Tren Konseling Global pada AI, Kesehatan Mental, dan Pengembangan Karier
Selasa, 23 Juni 2026 -
Pleno Penetapan Digelar, 270 Peserta Didik Sekolah Rakyat Kota Baru Segera Diumumkan
Selasa, 23 Juni 2026 -
PSPB UIN RIL Gelar Workshop Pengembangan Instrumen Asesmen HOTS dalam Pembelajaran Biologi
Selasa, 23 Juni 2026 -
Bertema 'MBG', 55 Tenan Jadi Wadah Berlatih Kewirausahaan Mahasiswa Psikologi Islam UIN RIL
Selasa, 23 Juni 2026








