• Kamis, 25 Juni 2026

Satu Warga Meninggal Dunia Diserang Gajah di Suoh Lampung Barat

Kamis, 25 Juni 2026 - 19.46 WIB
313

Korban amukan Gajah saat dievakuasi petugas. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Konflik antara manusia dan satwa liar di wilayah kawasan konservasi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) kembali memakan korban jiwa. Seorang buruh tani bernama Jumadi (54) ditemukan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban serangan gajah liar di kawasan Pekon Sumber Agung Blok 1, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat, Kamis (25/6/2026).

Peristiwa tersebut bermula pada Rabu malam (24/6/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu warga menerima informasi bahwa tiga orang terjebak di sebuah rumah singgah kebun milik warga bernama Widodo akibat kedatangan kawanan gajah liar yang memasuki area perkebunan di wilayah tersebut.

Mendapat laporan tersebut, warga bersama relawan satuan tugas penanganan konflik satwa segera menuju lokasi untuk melakukan upaya evakuasi. Situasi di lapangan dilaporkan cukup mencekam karena keberadaan kawanan gajah masih berada di sekitar area kebun.

Sesampainya di lokasi, tim menemukan rumah singgah dalam kondisi rusak berat yang diduga akibat amukan gajah liar. Kerusakan terlihat pada sejumlah bagian bangunan yang tidak mampu menahan dorongan satwa berukuran besar tersebut.

Dalam proses pencarian, dua orang yang berada di lokasi, yakni Widodo dan Sigit Purnomo, berhasil ditemukan dalam keadaan selamat meski mengalami trauma akibat kejadian tersebut. Sementara itu, Jumadi belum ditemukan sehingga pencarian terus dilakukan sepanjang malam oleh warga dan relawan.

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil pada Kamis pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 50 meter dari lokasi gubuk, tepatnya di area perengan atau jurang yang berada tidak jauh dari kawasan perkebunan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka memar pada bagian pinggang belakang, luka lecet di bibir bagian bawah, serta luka lecet pada lutut kanan. Dugaan sementara, korban tertabrak gajah saat berusaha menyelamatkan diri sebelum akhirnya terjatuh ke jurang.

Lokasi kejadian diketahui berada sekitar 600 meter di dalam kawasan konservasi TNBBS, tepatnya di wilayah Resort Suoh. Kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah yang kerap mengalami interaksi antara warga dan satwa liar, khususnya gajah.

Saat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut, petugas Resort Suoh TNBBS, Sulki, membenarkan adanya peristiwa yang menyebabkan seorang warga meninggal dunia akibat dugaan konflik dengan gajah liar. “Benar mas, dan korbannya meninggal,” ujar Sulki singkat saat memberikan keterangan kepada awak media.

Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan konflik manusia dan satwa liar di wilayah Suoh yang dalam beberapa tahun terakhir terus berulang. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran berbagai pihak mengenai efektivitas langkah mitigasi yang selama ini diterapkan di kawasan penyangga TNBBS.

Menanggapi kejadian tersebut, anggota LSM GERMASI, Wahdi Syarif, menilai kematian warga tersebut menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan kawasan konservasi serta sistem penanganan konflik satwa liar.

Menurut Wahdi, berulangnya konflik antara gajah dan warga menunjukkan masih adanya persoalan mendasar yang belum terselesaikan, baik terkait perlindungan habitat satwa maupun upaya menjaga keselamatan masyarakat yang hidup berdampingan dengan kawasan konservasi.

“Ketika konflik satwa terus berulang dan kembali menewaskan warga, ini tidak bisa lagi disebut musibah biasa. Ini adalah alarm keras atas buruknya tata kelola kawasan konservasi, lemahnya mitigasi konflik satwa, dan lambannya negara dalam mencegah jatuhnya korban. Jangan normalisasi kematian warga akibat persoalan yang sebenarnya bisa diantisipasi,” pungkasnya. (*)