Program PHC Diperluas, Gubernur Lampung Target 2.000 Desa Produksi Pupuk Sendiri
Bimbingan Teknis Program Pupuk Hayati Cair di Desa Simbar Waringin, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Jumat (26/6/2026). Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Lampung Tengah – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat kemandirian petani melalui perluasan Program Pupuk Hayati Cair (PHC) dalam program Desaku Maju. Hingga akhir 2026, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menargetkan sebanyak 2.000 desa mampu memproduksi pupuk hayati cair secara mandiri.
Target tersebut disampaikan Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung, Deni Nardi, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) PHC di Desa Simbar Waringin, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Jumat (26/6/2026).
Bimtek tersebut diikuti 220 petani dari berbagai kecamatan sebagai bagian dari upaya memperluas penerapan teknologi pupuk hayati cair di tingkat desa.
Deni mengatakan, Program PHC tidak hanya bertujuan menyalurkan bantuan pupuk, tetapi juga membekali petani dengan kemampuan memproduksi pupuk hayati cair secara mandiri sehingga tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar daerah.
"Harapan Bapak Gubernur, petani tidak lagi bergantung pada pupuk dari luar. Petani harus mampu memproduksi PHC sendiri sehingga tercipta kemandirian pupuk di tingkat desa," ujarnya.
Ia menjelaskan, di Kabupaten Lampung Tengah masih terdapat 51 desa yang menjadi sasaran pengembangan program tersebut. Sebelumnya, Program PHC telah diterapkan di 88 desa pada 2025 dan diperluas menjadi 165 desa pada 2026.
Menurut Deni, penggunaan pupuk hayati cair diyakini mampu menekan biaya produksi, meningkatkan efisiensi usaha tani, serta mendorong penerapan sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
"Perluasan program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu daerah penyumbang produksi pangan terbesar di Indonesia," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kabupaten Lampung Tengah, I Nyoman Gunadiarsa, mengungkapkan sekitar 60 persen petani di daerahnya kini telah mampu memenuhi kebutuhan pertanian secara mandiri.
Meski demikian, menurutnya capaian tersebut masih harus terus ditingkatkan agar ketergantungan terhadap produk pertanian dari luar daerah semakin berkurang.
"Petani Lampung Tengah harus semakin mandiri. Jangan sampai kebutuhan pertanian masih dibeli dari luar daerah. Dengan kemandirian petani, perekonomian daerah akan tumbuh dan inflasi dapat ditekan," ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung atas dukungan berupa bantuan pupuk hayati cair kepada kelompok tani di Lampung Tengah.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Lampung atas bantuan PHC bagi petani Lampung Tengah. Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga mampu meningkatkan hasil produksi pertanian," katanya.
Menurut I Nyoman, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah menjadi langkah strategis dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus mendukung terwujudnya Lampung sebagai salah satu lumbung pangan nasional. (*)
Berita Lainnya
-
Warga Lampung Tengah Tewas Tenggelam saat Menjala Ikan di Sungai Rejosari
Jumat, 26 Juni 2026 -
Miris! Paman di Lampung Tengah Rudapaksa Ponakan Bertahun-tahun
Kamis, 25 Juni 2026 -
Warga Potong Kambing Usai Sekda Lampung Tengah Ditetapkan Tersangka
Senin, 22 Juni 2026 -
Modus Jenguk Orang Tua, Pemuda di Lampung Tengah Bawa Kabur Motor Pinjaman
Rabu, 17 Juni 2026








