• Selasa, 30 Juni 2026

Kostiana Soroti Antrean Solar di Lampung, Desak Pertamina Tambah Pasokan BBM Bersubsidi

Selasa, 30 Juni 2026 - 13.12 WIB
35

Wakil Ketua I DPRD Provinsi Lampung, Kostiana, saat memberikan keterangan, Selasa (30/6/2026). Foto: Sandika/kupastuntas.co

‎Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Wakil Ketua I DPRD Provinsi Lampung, Kostiana, menyoroti antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Provinsi Lampung akibat terbatasnya pasokan solar bersubsidi.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya memicu kemacetan, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat dan distribusi barang.

‎Politisi PDI Perjuangan ini menilai antrean yang terjadi hampir setiap hari menjadi indikasi bahwa kebutuhan solar bersubsidi di Lampung jauh lebih besar dibandingkan kuota pasokan yang tersedia.

‎"Kelangkaan solar itu sebenarnya karena kebutuhan kita sangat tinggi, sementara pasokan yang tersedia belum mencukupi. Akibatnya, antrean kendaraan mengular hingga menyebabkan kemacetan di sekitar SPBU," kata Kostiana, saat memberikan keterangan, Selasa (30/6/2026).

‎Ia mengungkapkan, antrean kendaraan yang semula hanya berada di area SPBU kini meluber hingga ke badan jalan. Bahkan di sejumlah titik, kendaraan mengantre di dua sisi jalan sehingga memperparah kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

‎Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah bersama PT Pertamina perlu segera mengambil langkah konkret agar distribusi dan ketersediaan solar bersubsidi dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Lampung.

‎"Kami berharap ke depan antrean solar bisa lebih tertib dan Pertamina dapat mencukupi kebutuhan pasokan BBM di Provinsi Lampung, sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan memperoleh solar dan kemacetan di sekitar SPBU dapat diatasi," tegasnya.

‎Kostiana juga berharap adanya evaluasi terhadap kuota distribusi solar bersubsidi di Lampung.

Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat, penambahan pasokan dinilai menjadi solusi yang perlu segera direalisasikan agar aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat tidak terus terganggu akibat antrean panjang di SPBU. (*)