• Selasa, 30 Juni 2026

Tekan Angka Putus Sekolah, Empat SMA Negeri di Lampung Jadi Induk Program Pembelajaran Jarak Jauh

Selasa, 30 Juni 2026 - 14.26 WIB
25

Kepala Disdikbud Lampung, Thomas Amirico. Foto: Dok.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) akan meluncurkan Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara gratis bagi anak-anak putus sekolah.

Program yang mulai dibuka pada Juli 2026 itu diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat yang tidak dapat mengakses pendidikan melalui sekolah formal.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, mengatakan program tersebut merupakan salah satu langkah konkret pemerintah daerah untuk menekan tingginya angka putus sekolah di Provinsi Lampung.

"Insyaallah bulan depan kami mulai membuka Pembelajaran Jarak Jauh bagi siswa-siswa yang mungkin tidak bisa bersekolah di sekolah reguler atau sekolah formal. Pembelajarannya bisa dilakukan secara offline maupun online sesuai dengan kebutuhan peserta didik," kata Thomas, saat dimintai keterangan, Selasa (30/6/2026).

Program PJJ ini berbeda dengan SMA Terbuka yang juga tengah disiapkan Pemprov Lampung. Menurut Thomas, PJJ menjadi program pertama yang akan diluncurkan, sedangkan SMA Terbuka akan menyusul setelah seluruh regulasi dan petunjuk teknisnya selesai.

"Yang lebih dahulu kita launching adalah Pembelajaran Jarak Jauh. SMA Terbuka juga akan kita launching, tetapi programnya berbeda," ujarnya.

Pada tahap awal, Disdikbud Lampung menunjuk empat sekolah sebagai sekolah induk penyelenggara PJJ, yakni SMA Negeri 2 Bandar Lampung, SMA Negeri 1 Pagar Dewa Kabupaten Lampung Barat, SMA Negeri 1 Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah, dan SMA Negeri 1 Rawajitu Selatan Kabupaten Tulang Bawang.

Keempat sekolah tersebut akan menjadi pusat administrasi sekaligus penyelenggara proses pembelajaran bagi peserta PJJ. Sistem belajar dirancang fleksibel dengan kombinasi pembelajaran daring dan luring sehingga dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing peserta.

Program ini diperuntukkan bagi anak-anak yang telah putus sekolah, berusia maksimal 18 tahun, serta telah menyelesaikan pendidikan jenjang SMP atau sederajat.

"Ini memang khusus untuk anak putus sekolah. Kami ingin memberikan kesempatan kepada mereka agar bisa kembali melanjutkan pendidikan sampai jenjang SMA," jelas Thomas.

Seluruh biaya pendidikan dalam program tersebut dipastikan gratis. Pemerintah Provinsi Lampung menanggung penyelenggaraannya agar tidak ada lagi anak yang gagal melanjutkan pendidikan karena kendala ekonomi maupun akses.

"Gratis. Intinya kami ingin mengurangi angka putus sekolah yang ada di Provinsi Lampung," tegasnya.

Thomas menambahkan, peserta yang lulus dari program PJJ nantinya akan memperoleh ijazah resmi yang diterbitkan oleh sekolah induk sehingga memiliki legalitas yang sama dengan lulusan sekolah formal.

Pendaftaran akan dibuka mulai bulan depan dan dilakukan secara langsung di masing-masing sekolah induk. Saat ini Disdikbud Lampung masih melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar informasi mengenai program tersebut dapat menjangkau calon peserta di seluruh daerah.

Peluncuran PJJ menjadi bagian dari upaya Pemprov Lampung menekan tingginya angka anak putus sekolah.

Berdasarkan hasil verifikasi Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen, jumlah anak putus sekolah di Provinsi Lampung mencapai 20.354 siswa pada tahun ajaran 2024/2025. Angka tersebut terdiri dari 5.081 siswa jenjang SD, 10.531 siswa jenjang SMP, dan 4.742 siswa jenjang SMA. (*)