Beranda Daerah Lampung Lampung Timur

Inilah Indonesia! Warga Batanghari Gotong Royong Bedah Rumah Tetangga

64
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/WhatsApp-Image-2018-07-04-at-16.07.20.jpeg
Warga Desa Banjar Rejo, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur ketika membongkar rumah Katino untuk dibedah. Foto : Jaya/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Timur – Kepedulian warga Desa Banjar Rejo, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur terhadap sesama perlu diacungi jempol. Pasalnya, secara swadaya, mereka telah membedah rumah salah seorang warga bernama Katino, yang nyaris ambruk karena termakan usia. Dana perbaikan didapat dari iuran warga, sementara pengerjaan dilakukan dengan bergotong royong.

Nanang, warga setempat menuturkan, kondisi rumah Katino sudah delapan tahun bertahan dalam kondisi nyaris ambruk. Karena tidak kunjung dapat perhatian pemerintah, warga pun berinisiatif untuk memperbaikinya bersama-sama.

BACA : Sengketa Menara Masjid Hidayah Buntu, DPRD Himbau Warga dan Provider Berunding

BACA : Laporan Paslon 1 dan 2 Resmi Lanjut Tahap Pemeriksaan

BACA : Bawaslu Lampung Kebut Proses Laporan Dugaan Money Politik

“Bisa dilihat sendiri kondisinya, mas. Sudah condong dan nyaris rubuh. Kalau ada angin kencang, pasti selesai. Dari sumbangan warga, ada yang membantu material seperti asbes, semen, dan lain-lain. Ada pula yang berupa uang. Rencana kepala desa juga mau bantu semen,” ucapnya, Selasa (03/07/2018)

Sementara itu, Katino mengaku sangat berterima kasih kepada masyarakat yang sudah perduli dengan kondisi kediamannya.

“Jujur, saya terharu. Nggak nyangka tetangga sangat peduli dengan kondisi saya. Mereka secara beramai-ramai telah membongkar dan membangun kembali rumah saya,” ungkapnya.

BACA : Pos Siskamling Tiyuh Mulya Kencana Tubaba Juara Pertama Ronda dan Akan Go Nasional

BACA : Nobar Pildun di Taman Gajah, Kapolda Lampung : Saya Jagokan Swedia

Diakui Katino, selama ini ia merasa tidak tenang dengan kondisi rumahnya. Setiap kali hujan turun, ia selalu dihantui perasaan was-was, takut rumahnya tiba-tiba roboh. Namun, untuk memperbaikinya juga bukan hal mudah karena pekerjaannya yang hanya sebagai buruh serabutan sangat susah untuk bisa menabung.

“Sekali lagi saya berterimakasih kepada warga yang telah peduli,” pungkasnya. (Jaya)

Facebook Comments