Beranda Ekonomi

Petani Kelapa di Tanggamus Keluhkan Harga Kelapa Turun Drastis

424
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share
KUPAS BUAH KELAPA. Seorang buruh upahan ngunduh (metik) buah kelapa di Pekon Karang Anyar, Kecamatan Wonosobo, Tanggamus tengah mengupas kelapa. Foto : Sayuti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus – Petani kelapa di Kabupaten Tanggamus mengeluhkan semakin merosotnya harga kelapa butiran di tingkat petani.

Rendahnya harga jual kelapa butiran ini membuat petani tak bergairah, karena hasil panen buah kelapa tidak sesuai harapan, bahkan mereka cenderung rugi. Mereka umumnya hanya bisa pasrah dengan harga jual kelapa yang semakin merosot itu, sembari berharap kondisinya kembali normal.

Sukin (65), petani kelapa di Pekon Tanjung Agung, Kecamatan Kotaagung Barat, Kabupaten Tanggamus menuturkan, saat ini para pengepul buah kelapa hanya berani membeli Rp4 ribu per gandeng untuk kualitas kelapa super, dan Rp3 ribu untuk kelapa asalan (petani setempat menyebutnya kelapa bees).

BACA : Bacaleg Lambar Keluhkan Lamanya Pembuatan SKCK, Kepolisian Bilang Begini

BACA : 5 Tahun Jalan Rusak Dibiarkan, Warga Banjar Wangi Harapkan Perbaikan

“Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan harga sebelumnya. Dimana untuk kelapa super Rp7 ribu per gandeng, dan kelapa bees Rp5.500 segandengnya,” kata Sukin, Senin (23/7/2018).

Hasan, petani kelapa di Pekon Karang Anyar, Kecamatan Wonosobo, Tanggamus mengatakan, merosotnya harga buah kelapa ini mulai terjadi sejak bulan Ramadhan lalu. Kondisi ini membuat petani tidak bergairah.

“Kami tidak bergairah. Bagaimana tidak, untuk ongkos petik, kupas dan manol saja sudah tipis. Paling kami kebagian Rp1.500 per gandengnya untuk kelapa super, kalau yang bees cuma dapat seribu perak,” katanya.

BACA : Pemkab Lambar Usulkan Pendaftaran Program JKN Bagi 3.075 Warga Miskin

BACA : Tragis, Dua Pelajar di Pringsewu Tewas Dalam Lakalantas

 

Petani lainnya Ipul, mengatakan, meski harga jual kelapa sangat rendah, tetapi tetap harus dijual karena kebutuhan ekonomi dan takut kelapanya busuk dan tidak dapat apa-apa.

“Mau bagai mana lagi pak, kalau tidak dijual kelapanya akan busuk dan tidak bisa dapat apa-apa. Dari pada busuk, enak dijual,” katanya.

Toni, petani kelapa di Pekon Tegineneng, Kecamatan Limau mengeluhkan turunya harga jual kelapa yang cukup drastis, sementara kebutuhan pokok terus merangkak naik.

BACA : Polda Lampung Sebut Status Tiga Terduga Teroris Ditingkatkan

BACA : Polres Tulang Bawang Gelar Rally Wisata Tour Tubaba

“Pusing saya dibuatnya gara-gara harga buah kelapa ini terjun bebas. Sementara harga kebutuhan pokok terus merangkak naik,” keluhnya.

Para petani kelapa itu berharap, harga jual kelapa bisa kembali naik seperti sebelumnya, agar antara kebutuhan pokok dengan penghasilan bisa seimbang.

“Mudah-mudahan secepatnya harga kelapa ini naik, agar seimbang antara penghasilan kami dengan harga-harga kebutuhan hidup,” kata Rahim, petani kelapa di Pekon Sukabanjar, Kecamatan Kotaagung Timur. (Sayuti)

Facebook Comments