Beranda Hukum & Kriminal

Modus Pengiriman Narkoba di Bakauheni, dari Paket Lorena hingga Bungkus Teh Cina

516
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kapolda Lampung dan Kapolres Lampung Selatan mengecek kendaraan yang digunakan untuk penyelundupan paket sabu dan ganja. Foto : Dirsah/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Selatan – Polres Lampung Selatan selama satu bulan terakhir berhasil menggagalkan pengiriman sabu dan ganja di Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni. Totalnya sabu-sabu seberat 65 Kg dan ganja seberat 33 Kg berhasil diamanakan.

Modif penyelundupannya pun beragam. Mulai dari penggunaan kendaraan pribadi hingga pengiriman paket. Berikut data yang dirangkum kupastuntas.co.

Pertama pada 25 Juni dengan barang bukti 2 Kg sabu-sabu. Modusnya menggunakan jasa pengiriman paket ekspedisi PT Ekasari Lorena dengan alamat pengiriman atas nama Alham alamat Kalibalok Bandar Lampung. Sementara penerimanya Rendi warga Menteng, Jakarta Pusat.

Kemudian tanggal 3 Juli. Petugas Seaport Interdiction kembali menggagalkan upaya penyelundupan 38 Kg paket sabu-sabu dengan menggunakan kendaraan pribadi jenis Nissan Serena.

BACA JUGA : Polres Lamsel Gagalkan Penyelundupan 65 Kg Sabu di Bakauheni, Kapolda : Terbesar di tahun ini

Paket sabu-sabu itu dikemas dalam kemasan bungkusan almunium foil teh China. Paket sabu-sabu tersebut disimpang dalam tong modifikasi di bawah kendaraan. Petugas pun mengamankan 3 orang tersangka atas kasus ini yakni WPG, TH dan GF.

Pada 8 Juli petugas kembali menggagalkan pengiriman 33 kilogram paket ganja. Ganja ini dikirim dengan menggunakan jasa pengiriman paket ekspedisi lintas pulau. Polisi mengamankan 2 orang tersangka Fadol Maulana dan Rendi Aqwerenty.

Terakhir, tanggal 16 Juli, polisi kembali berhasil menggagalkan upaya pengiriman 25 kilogram paket sabu-sabu. Paket sabu-sabu ini disimpang di bagian bawah kendaraan Honda Elysion yang dimodifikasi dengan menambahkan plat. Kurir pembawa sabu ini pun diamankan.

Kapolda Lampung, Irjen Pol Purwadi Arianto memperkirakan, pengiriman paket narkoba jenis sabu-sabu ini dikendalikan oleh jaringan internasional. Polisi saat ini masih melakukan mengembangan penyelidikan.

“Makanya pada saat kunjungan komisi 3 DPR RI kami menyampaikan perlunya ada alat deteksi. Kami juga telah pula menyampaikan permohonan ke Pemprov untuk membantu untuk pengadaan alat deteksi,” tandasnya. (Dirsah/Edu)

Facebook Comments