Beranda Daerah Lampung Pesawaran

Merasa Terintimidasi, Keluarga Dio Siswa yang Putus Jari Tangannya Pilih Mengungsi

48
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Tampak, Ketua LPA Kabupaten Pesawaran Nurul Hidayah (baju putih) saat melakukan pendampingan terhadap keluarga korban siswa yang kehilangan jari, Rabu (14/8). Foto : Reza/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pesawaran – ┬áMerasa resah dan terintimidasi pasca musibah hilang jari tangan Dio Aditia (14) bocah kelas dua Mts. Al-Hikmah Gunung Kaso, Kecamatan Way Lima, di kolam renang Tirta Garden Kedondong, kedua orang tua korban menginap dirumah saudaranya. Hal ini diungkapkan oleh ayah korban M. Niat saat ditemui Kupastuntas.co, Rabu (14/8).

“Ya mas, kami sengaja tinggal ditempat saudara dulu, karena kami merasa tidak nyaman dirumah sendiri, terutama pasca musibah yang menimpa anak kami ini,” ungkapnya.

Ia menyatakan, pasca musibah yang dialami anaknya, tak jarang ada orang tak dikenal datang kerumahnya dengan tujuan meminta melakukan perdamaian. “Seperti tadi pagi mas, ada orang kerumah dan meminta kami untuk menandatangani surat damai atas kejadian anak saya, sedangkan surat itu dibuat tanpa ada musyawarah bersama kami,” ucapnya.

BACA JUGA : Kolam Renang Tempat Dio Kehilangan Jari Masih Tahap Pembangunan

BACA JUGA : Ikut Kegiatan Sekolah, Dio Justri Kehilangan Jari Tangannya

Oleh karena itu, ia memilih tinggal dirumah saudaranya. “Makanya saya tinggal disini dulu, lagipula kondisi saya bersama istri masih sakit mas, makanya mau menginap disini dulu,” tukasnya.

Terpisah, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Pesawaran Nurul Hidayah menuturkan bahwa, apa yang dialami keluarga korban bisa mengganggu psikologisnya. “Tidak sepatutnya ada indikasi penekanan terhadap keluarga korban, karena pastinya akan mengganggu psikologis, makanya kita akan melakukan pendampingan terhadap korban beserta keluarganya dalam menghadapi persoalan ini,” tuturnya.

Ia pun berharap agar musyawarah bisa lebih dikedepankan dalam hal ini. “Kalau saya berharap bisa menyelesaikan masalah ini dengan lebih kepada rembuk Pekon, serta mencari solusi atas permasalahan ini, jadi tidak dengan cara arogan yang tiba-tiba datang dan minta tanda tangan surat damai tanpa adanya kesepakatan dalam musyawarah,” harapnya. (Reza)

Facebook Comments