Beranda Daerah Lampung Lampung Utara

Kepala Dinas Pendidikan Lampura Menyayangkan Insiden Pengeroyokan Siswa SMPN 2 Kotabumi

377
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Utara, Toto Sumedi yang juga menjabat sebagai Asisten II Pemkab setempat ketika dikonfirmasi di ruang kerja Asisten II, foto: Doc Kupas Tuntas

Kupastuntas.co, Lampung Utara – Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Utara sangat menyayangkan insiden perkelahian kedua orang siswa (Luki dan Yazid) hingga berujung pada kasus pengeroyokan oleh keluarga Yazid terhadap Luki Priyanto (14) siswa SMP Negeri 2 Kotabumi.

Toto Sumedi menuturkan, peristiwa itu sebenarnya tidak harus terjadi bila keluarga dan orang tua bisa menujukan sikap bijak di hadapan anak-anaknya.

“Saya sangat menyayangkan kejadian itu. Saya berharap hal serupa tidak terjadi lagi di masa ke depan. Inilah perlunya pendidikan keluarga,” kata Toto Sumedi, Kamis (12/9/2019).

Dia berharap atas kejadian itu kedua belah pihak bisa saling memaklumi kondisi dan melihat jauh ke depan untuk kepentingan anak-anak yang masih harus terus meneruskan pendidikan di sekolahnya. Karena menurutnya tidak lagi harus mengedepankan ego yang akhirnya akan mengorbankan masa depan siswa. Terlebih bagi siswa yang telah menjadi terlapor di Polres Lampung Utara, karena bila perkara itu berlanjut maka secara otomatis di catatan kepolisian nama si anak akan tetap tercatat pernah terlibat perkara yang diproses pihak kepolisian.

“Harapan saya sebagai yang sementara ini menahkodai Dinas Pendidikan hal ini bisa diselesaikan secara damai. Sehingga anak-anak kita yang berkelahi yang notabene butuh kenyamanan untuk melanjutkan belajarnya di sekolah tersebut bisa belajar kembali dengan penuh kenyamanan,” ungkapnya.

Baca Juga: Kronologis Pengeroyokan Siswa SMPN 2 Kotabumi

Masih menurutnya, dalam menyikapi persoalan anak-anak selain dewan guru ketika berada di sekolah peran orang tua sangat penting untuk bisa menjaga dan memberikan pengertian terhadap anaknya. Terlebih lagi bagi anak-anak yang masih terbilang di bawah umur. Sebelum insiden pengeroyokan itu peran keluarga dan orang tua seyogyanya dapat memberikan sikap bijak bukan tersulut oleh emosi atau mengedepankan ego karena persoalan perkelahian anak-anak di sekolah pastinya telah ditangani pihak sekolah.

Dalam menyikapi persoalan yang terjadi, lanjutnya, diperlukan sikap bijak dan kesadaran semua pihak, persoalan yang terjadi dapat dijadikan pembelajaran dan kedepan bila ada persoalan atau pengaduan yang disampaikan oleh anak sebagai keluarga dan orang tua agar bisa dapat lebih desa dan bijak menyikapi permasalahan yang dialami oleh anak.

“Sekali lagi harapan saya semuanya bisa diselesaikan dengan damai dan penuh kekeluargaan,” pungkasnya.

Di sisi lain, aparat Kepolisian Polres Lampung Utara masih terus melakukan pendalaman atas perkara pengeroyokan terhadap Luki, karena pengeroyokan itu dilakukan oleh orang-orang di luar dari sekolah bukan siswa sekolah setempat. Menurut Mariyam, istri dari paman Luki menyatakan, kemarin anggota dari Polres setempat telah memintai keterangan kepada pihak keluarga korban dan membawa alat bukti atas perkara pengeroyokan terhadap keponakannya.

“Kemarin pakaian Luki sudah diambil polisi mungkin untuk bukti kalau anak saya ini dikeroyok. Buktinya sampai hari ini anak ini belum mau sekolah dia masih takut mungkin masih trauma,” ujarnya. (Sarnubi)

Facebook Comments