Disnakertrans Lampung Terus Monitor Kepulangan ABK yang Tewas di Kapal Tiongkok
Kasi Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri pada Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung Eko Heru Misgiyanto. Foto: Ist (Sc).
Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnakertrans) Provinsi Lampung terus melakukan monitor kepulangan anak buah kapal (ABK) asal Pesisir Barat yang ditemukan meninggal di dalam lemari pendingin Kapal Asal Tiongkok Lu Huang Yuan 118.
Kasi Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri pada Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung Eko Heru Misgiyanto mengatakan, jika pihaknya terus memantu dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
"Sekarang posisi masih berada di rumah sakit Bayangkara . Secara teknis sampai saat ini belum ada informasi dari pihak terkait kapan akan dipulangkan," katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (13/7/2020).
Lanjut Eko, namun kepulangan jenazah ABK malang tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat ini. "Dalam waktu dekat ini semoga segera dipulangkan. Teknis pemulangan terkait dengan Covid-19 ini banyak yang harus diperhatikan seperti protokol kesehatan," katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Provinsi Lampung, Ahmad Salabi mengatakan, jika hari ini keluarga korban ada bertolak ke rumah sakit Bayangkara di Batam.
"Informasinya pihak keluarga hari ini akan datang ke Batam, karena untuk penandatanganan hasil autopsi," katanya.
Baca Juga: Keluarga ABK yang Meninggal di Kapal China Minta Almarhum Segera Dipulangkan
Ia pun berharap, proses pemulangan jenazah ke kampung halam dapat diproses dengan cepat sehingga segera di kebumikan sesuai dengan ajaran Islam. (*)
Berita Lainnya
-
Posko Masjid Ramah Pemudik UIN RIL Berikan Pelayanan Humanis
Rabu, 25 Maret 2026 -
Tertinggal di Tol Bakter, Tas Berisi Rp 7,7 Juta dan USD 20 Ribu Kembali ke Tangan Pemilik
Senin, 23 Maret 2026 -
Hingga H+1 Lebaran, 39 Kecelakaan Terjadi di Lampung 11 Orang Meninggal Dunia
Senin, 23 Maret 2026 -
Antisipasi Lonjakan Arus Balik, Dishub Lampung Siapkan Pelabuhan Panjang Jadi Alternatif
Senin, 23 Maret 2026








