'Kali Biru' TNWK Lampung Timur Surga Bagi Buaya

Seekor Buaya dewasa sedang memanjakan diri di pinggir 'Kali Biru' Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur. Foto: Agus/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Timur - Nyanyian berbagai jenis burung bersahut merdu, kicauan burung liar itu bersumber dari ujung ketinggian pohon hutan yang menjulang tinggi, pohon-pohon hutan berdiri kokoh di kedua sisi sungai yang biasa disebut 'Kali Biru' (Sungai Biru) yang merupakan sumber kehidupan satwa di Hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK).
Sungai yang bermuara di Laut Labuhan Maringgai, Lampung Timur itu membelah hutan TNWK. Sinar matahari mulai menyembunyikan diri kilauan warna keemasan menyeruak seolah bersatu dengan hamparan sungai 'Kali Biru'.
Di tepi sungai tepatnya di wilayah sungai Way Kanan, tampak seekor buaya dewasa menikmati indahnya sore hari, buaya jantan itu seperti menikmati indahnya hamparan pasir pinggir sungai. Semak-semak yang lebat dan sebuah batang kayu hutan menambah suasana nyaman bagi binatang buas tersebut untuk memanjakan diri sembari menunggu mangsa.
Baca juga : FKGI: Populasi Gajah Sumatera Terancam Punah
Sungai yang berada di Seksi I dan III, menjadi surga bagi habitat berbagai jenis air tawar, bahkan puluhan buaya hidup di sepanjang 'Kali Biru' tersebut.
"Selain memang ada Buaya asli kali biru, juga pernah ada tambahan buaya dari daerah lain," kata Humas TNWK, Sukatmoko.
Beberapa tahun lalu, puluhan buaya dilepas di Sungai Biru karena sungai tersebut berada dalam wilayah Konservasi. Dimana sebenarnya sungai itu tidak boleh didatangi oleh semua orang tanpa tujuan tertentu.
"Biasanya kalaupun ada itu dari mahasiswa untuk melakukan sebuah penelitian," terang Sukatmoko.
Baca juga : Erin Korban Kekejaman Pemburu, Kehidupan Erin Meninggalkan Luka Seumur Hidup
Data yang didapat Kupastuntas.co dari Humas TNWK pada Januari 2020 lalu, sedikitnya 14 ekor buaya yang dibawa oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Bali dan dilepaskan di 'Kali Biru' TNWK. (*)
Video KUPAS TV : Menjelajah ke Wisata Camp Sukma Hilang, Cocok Untuk Pendaki Pemula!
Berita Lainnya
-
Bupati Lampung Timur Bentuk Gugus Tugas Reforma Agraria Tangani Persoalan Lahan
Sabtu, 30 Agustus 2025 -
Gelar PKM di Desa Surya Mataram, Direktur UT: Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat
Jumat, 29 Agustus 2025 -
PHE OSES Bawa Asa ke Pulau Kelapa dan Pulau Harapan
Rabu, 27 Agustus 2025 -
Dua Toko Besar di Way Jepara Lampung Timur Ludes Terbakar
Selasa, 26 Agustus 2025