• Kamis, 29 Oktober 2020

Bupati Way Kanan Adipati Minta Sekolah Kurangi Penggunaan Anggaran untuk Kegiatan Seremonial, Ini Alasannya

Minggu, 20 September 2020 - 15.15 WIB
100

Bupati Way Kanan, Adipati Surya saat menjadi narasumber dalam program acara Kupas Podcast di Studio Podcast Kupas Tuntas, Minggu (20/9/2020). Foto: luky/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Peningkatan mutu pendidikan menjadi salah satu program penting dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Pemerintah Kabupaten Way Kanan.

Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya mengungkapkan, peningkatan potensi guru menjadi kunci utama keberhasilan meraih mutu pendidikan yang baik. Oleh karenanya ia mendorong agar para guru untuk mengikuti pelatihan.

"Kita sulit meningkatkan mutu pendidikan kalau gurunya tidak kita tingkatkan kapasitas-nya. SDM (sumber daya manusia) guru harus kita tingkatkan, mulai dari pelatihan baik di provinsi maupun di luar provinsi. Sehingga guru-guru ini mampu bersaing di tingkat yang lain dan mengakreditasi sekolah,” ujar Raden Adipati, saat menjadi narasumber pada program acara Kupas Podcast di Studio Podcast Kupas Tuntas, Minggu (20/9/2020).

Baca juga : Bupati Raden Adipati: Perbaiki Pelayanan Publik dengan Merubah Mindset ASN

Menurut Adipati, minimnya potensi SDM guru menjadi persoalan yang harus cepat diatasi. Karena itu ia menekankan kepada sekolah untuk mengurangi pembiayaan terhadap hal-hal yang sifatnya seremonial. Sehingga bisa lebih fokus bagaimana meningkatkan mutu pendidikan.

"Contohnya mereka harus membuat banner ucapan setiap peringatan kemerdekaan 17 Agustus, itu kan lumayan juga biayanya, padahal itu tidak begitu penting dan menggerogoti dana BOS. Bagaimana kalau anggaran itu kita berikan untuk tunjangan guru honorer, mungkin akan lebih punya dampaknya,” jelasnya.

"Tidak apa-apa sekolah itu terlihat tidak terlalu rapi, tetapi mutu pendidikannya tinggi, itu yang lebih kita tingkatkan. Karena investasi pendidikan tidak mudah, butuh waktu lama tidak seperti membangun jalanan. Investasi pendidikan merupakan jangka panjang,” imbuhnya.


Selain itu, banyaknya guru yang berstatus honorer di Kabupaten Way Kanan dimintanya agar Pemerintah Pusat membuka peluang besar penerimaan guru aparatur sipil negara (ASN).

"Ada 6.000 guru dari tingkat Paud, SD dan SMP di Way Kanan. Dari jumlah itu, guru honorer lebih banyak. Ini yang ingin saya sampaikan ke Pemerintah Pusat, coba peluang penerimaan guru ASN itu lebih banyak. Sudah pernah kita ajukan bagaimana penerimaan guru ASN itu ruangnya lebih banyak dibanding penerimaan ASN lainnya yang dampaknya kurang bagi Kabupaten Way Kanan,” pungkasnya. (*)


Video KUPAS TV : SEMARAK HUT KUPASTUNTAS.CO KE-8. BERBAGI KASIH KE PANTI ASUHAN DAN BAGIKAN MASKER KEPADA WARGA