• Jumat, 23 Oktober 2020

Pendapatan Daerah Bandar Lampung Tahun Anggaran 2021 Diproyeksikan 2,7 Triliun

Selasa, 29 September 2020 - 20.46 WIB
65

Walikota Bandar Lampung, Herman HN, saat dimintai keterangan, Selasa (29/9/2020). Foto: Sri/Kupastuntas.co

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pendapatan Daerah Kota Bandar Lampung pada tahun anggaran (TA) 2021 diproyeksikan mencapai sekitar Rp2,789 triliun lebih.

Walikota Bandar Lampung, Herman HN mengatakan, jumlah tersebut terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp991 miliar lebih, kemudian pendapatan transfer daerah sebesar Rp1,693 triliun lebih dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp101,312 miliar.

"Adapun total alokasi belanja daerah mencapai Rp2,428 triliun lebih," katanya, saat dimintai keterangan, Selasa (29/9/2020).

Baca juga : Pendapatan Asli Daerah Bandar Lampung di APBD-P Meningkat Rp23 Miliar Lebih

Sehingga kata Herman HN, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2021 menjadi berkurang, karena pendapatan kota setempat mengalami penurunan.

"APBD di 2021 berkurang dari tahun 2020 ini. Oleh karenanya yang paling diutamakan di APBD tahun anggaran 2021 adalah masalah kesehatan. Di kesehatan ini juga pengalokasian dananya besar, agar kita semua terhindar dari mara bahaya Covid-19," ungkapnya.

Selain itu, untuk ada juga dana belanja tak terduga dialokasikan sekitar Rp50 miliar, yang diperuntukkan bagi kegiatan yang sifatnya tidak biasa atau tidak diharapkan.

"Seperti bencana alam lainnya. Kemudian peningkatan pendidikan juga kita utamakan, dan kegiatan-kegiatan lainnya agar kota Bandar Lampung ini lebih bagus lagi," lanjutnya.

Baca juga : Hoax ! Prediksi Gempa 8 Skala Richter Akibat Letusan Gunung Krakatau

Sedangkan untuk belanja operasional, plafon anggarannya sekitar Rp2,146 triliun lebih, untuk belanja pegawai, barang dan jasa, bunga, hibah, serta belanja bantuan sosial.

Kemudian pada pembiayaan daerah, terdiri dari penerimaan pembiayaan direncanakan sebesar Rp11 milyar lebih, yang  bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran.

Pada pengeluaran pembiayaan direncanakan sebesar Rp369 miliar, yang dialokasikan untuk penyertaan modal daerah dan pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo. (*)


Video KUPAS TV : Resmi Menjabat Pjs Bupati Pesibar, Chrisna Putra Minta Seluruh Dinas dan Badan Jalin Kerjasama