Beranda Daerah Lampung Tanggamus

Seorang Petani Tewas Tercabik-Cabik Diserang Kawanan Gajah Liar

603
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/6-42.jpg
Rumah almaruhm Surip di Talang Marno Blok 6 Kawasan Hutan Lindung Register 39 Kotaagung Utara, Pekon Gunungdoh, Kecamatan Bandar Begeri Semoung, Kabupaten Tanggamus, porak-poranda diserang kawanan gajah liar yang juga menewaskan pemiliknya Surip (70), Selasa (03/07/2018) sekira pukul 3.30 WIB. Foto: Syuti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus – Surip (70) seorang petani di Talang Marno Blok 6 Kawasan Hutan Lindung Register 39 Kotaagung Utara, Pekon Gunungdoh, Kecamatan Bandar Begeri Semoung, Kabupaten Tanggamus, tewas mengenaskan diserang sekawanan gajah liar, Selasa (3/7) sekitar pukul 3.30 WIB.

Informasi yang dihimpun Kupas Tuntas, Selasa (3/7), kejadian itu bermula ketika sekawanan gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) memasuki pekarangan rumah milik Surip, dan memakan serta merusak tanaman yang ada.

Mengetahui ada banyak gajah liar di pekarangan rumah, Surip bergegas keluar dari dalam rumah bermaksud untuk mengusir kawanan gajah liar tersebut dengan membunyikan kentongan dan menakuti dengan obor.

BACA: Dana Desa Tahap 1-2018 Provinsi Lampung Baru Terserap 20%

BACA: Massa Aksi: Tangkap Politik Uang, Diskualifikasikan Arinal-Nunik!

Mendengar ada bunyi-bunyian, kawanan gajah yang sedang asik memakan tanaman di pekarangan rumah ini menjadi terusik. Suara bunyi dan teriakan Surip yang mencoba mengusir kawanan gajah liar tersebut, justru menimbulkan kepanikan satwa berbelalai ini.

Bukanya pergi, kawanan gajah itu malah murka dan langsung mengejar Surip. Karena terancam, Surip langsung masuk kedalam rumahnya. Tetapi anehnya gajah-gajah itu terus memburu Surip yang masuk ke dalam rumah dan mengobrak-abrik rumah terbuat dari papan dan beratapkan seng milik Surip ini.

Surip yang sudah terkepung kawanan gajah yang marah itu tidak bisa berbuat banyak. Tubuh tuanya diinjak-injak, ditendang dan dibanting. Lelaki tua inipun tewas dengan menggenaskan, dimana tubuhnya tercabik-cabik, dan potongan tubuhnya ditemukan berserakan disekitar rumahnya yang juga hancur.

BACA: Salut, Ipda Ismailsyah Usai Ditabrak Langsung Ikut Jaga TPS di Tubaba

BACA: Anak Tak Diterima di Sekolah, Bapak Curhat ke Menteri Pendidikan

BACA: Ungkap Dugaan Money Politics, Panwas Mesuji: Kasat Reskrim Saja Belum Berani!

Menurut sejumlah warga, awalnya Selasa (3/7) sekitar pukul 3.00 WIB, ada sekawanan gajah liar sedang mencari makan di seputaran Talang Marno Blok 6 Hutan Lindung Register 39 Kota Agung Utara,  Kecamatan Bandar Begeri Semoung, Kabupaten Tanggamus.

Melihat kedatangan kawanan gajah tersebut, masyarakat di sekitar Talang Marno Blok 6 Hutan Lindung Kota Agung Utara pun keluar dari rumah masing – masing untuk berjaga-jaga.

“Sudah lama memang kawanan gajah ini berkeliaran di kebun warga. Saat itu kami melihat kawanan gajah ini di Talang Marno blok 6, kamipun bersiaga mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata seorang warga Talang Maro diamini warga lainnya.

Warga mengaku tidak menyangka kemunculan gajah liar kali ini akan mengakibatkan jatuh korban jiwa. “Karena sehari sebelumnya gajah-gajah liar ini berkeliaran di blok 10 dan merusak rumah warga disana. Dan  kali ini mbah Surip ditemukan tewas dengan mengenaskan,” kata Syaiful, warga lainnya.

Menurut warga, tubuh Surip ditemukan warga tidak utuh dan tercabik-cabik. “Ngeri melihatnya. Kami berharap pemerintah bertindak cepat mengusir kawanan gajah liar ini,” kata warga lainnya.

Hingga saat ini kawanan gajah liar ini masih terpantau hilir mudik di kawasan hutan lindung register 39 Kotaagung Utara yang menimbulkan kepanikan warga. Akibatnya warga pun terus berjaga-jaga mengantisipasi amukan gajah susulan.

BACA: Pamer Nyoblos dalam Bilik, Caleg PDIP Persibar Terancam Pidana

BACA: Quick Count KPU: Paslon Ridho-Bachtiar Menang di Lambar

“Kalau malam warga  tidak tidur. Anak-anak dan kaum perempuan di ungsikan. Tapi tetap saja jatuh korban, pak Surip kali ini, mungkin besok saya atau warga lainnya,” keluh seorang warga. (Sayuti)

Facebook Comments