Beranda Daerah Lampung Tanggamus

Awas! Gajah Liar Penyerang Mbah Surip Masih Berkeliaran di Hutan Lindung Kotaagung

220
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/WhatsApp-Image-2018-07-04-at-18.59.53.jpeg
Enam ekor gajah liar masih terlihat berkeliaran disekitar Talang Marno Blok 6 Hutan Lindung Register 39 Kotaagung Utara yang secara administratif masuk kewilayah Pekon Gunungdoh, Kecamatan Bandar Negeri Semoung, Kabupaten Tanggamus, Rabu (4/7). Foto : Sayuti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus – Kawanan gajah liar sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang menyerang Surip (70) hingga tewas mengenaskan, masih berkeliaran di sekitar Talang Marno Blok 6 Hutan Lindung Register 39 Kota Agung Utara, Kecamatan Bandar Negeri Semoung, Kabupaten Tanggamus, Rabu (4/7/2018).

Gajah-gajah liar itu terus merusak tanaman warga setempat seperti pisang, kelapa, pepaya, kakao dan lain sebagainya. Keberadaan hewan mamalia yang dilindungi ini semakin membuat warga resah. Sejumlah Petugas Teknis BKSDA, BBTNBBS dan Tim Satgas, yang berada di lokasi terus melakukan patroli untuk mencegah kembali jatuhnya korban jiwa.

Baca Juga : Seorang Petani Tewas Diserang Gajah Liar

Hermansyah, salah seorang petugas patroli mengatakan, posisi kawanan gajah liar berjumlah enam ekor itu masih bertahan di sekitar kebun-kebun warga di kawasan Talang Marno Blok 6 yang notabene adalah kawasan hutan lindung register 39 Kotaagung Utara.

“Yang di Talang Marno diduga menyerang mbah Surip, ada enam ekor. Sisanya kawanan lainnya berada di Blok lima,” kata Hermansyah, Rabu (4/7/2018).

BACA : Lampung Timur Segera Aplikasikan TNT di Semua Lini

BACA : Proses Pencairan DAK Kini Berbeda, Begini Aturannya

BACA : Polres Tulang Bawang Ringkus Komplotan Pelaku Curat Spesialis Rumah Kosong

Para petugas ini bahu-membahu bersama warga setempat, berusaha agar kawanan gajah liar itu semakin menjauh dari kebun dan permukiman dan tidak merusak rumah dan mengancam warga di kawasan itu.

Namun upaya itu belum membuahkan hasil. Puluhan gajah tersebut masih bertahan tidak jauh dari kebun dan permukiman.

“Kalau siang bisa kita pantau, dan gajah liar ini justru aktif di malam hari,” kata seorang warga.

Akibat masih berkeliarannya gajah-gajah liar ini membuat warga dikawasan hutan lindung register 39 Kotaagung Utara mulai dari Blok 3 sampai Blok 10, was-was dan takut pergi ke kebun karena khawatir menjadi sasaran serangan gajah.

BACA : Bawaslu Lampung Kebut Proses Laporan Dugaan Money Politik

BACA : Inilah Indonesia! Warga Batanghari Gotong Royong Bedah Rumah Tetangga

“Serangan gajah liar ini sudah ganas, bukan hanya tanaman perkebunan tapi juga mereka menyerang rumah dan memakan apa saja yang ada seperti beras, garam, gula dan lain-lain, termasuk menyerang warga seperti yang dialami mbah Surip,” kata Yanto, wargs Blok 6.

Diperkirakan kekurangan makanan dan kerusakan habitatnya menjadi pe­nyebab kawanan gajah liar itu turun ke kebun dan pemukiman warga. Oleh karena itu, masyarakat setempat sangat berha­rap pihak berwenang segera turun menye­lesaikan konflik gajah dengan manusia ini. (Sayuti)

Facebook Comments