Kampung Pasar Griya Digusur, Warga: Kami Butuh Perhatian!

34
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/2-70.jpg
Warga menghalangi alat berat untuk masuk ke dalam Kampung Pasar Griya Sukarame, Jumat (13/07/2018). Foto: Sule/Kupastuntas.co.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Masyarakat Kampung Pasar Griya Sukarame dikagetkan dengan banyaknya Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Bandar Lampung serta alat berat yang secara tiba-tiba mendatangi kediaman mereka pada Jumat (13/07/2018) Pukul 09.00 WIB.

Warga Kampung Griya Yunilia (31) mengaku pihaknya tidak sama sekali tahu mengenai penggusuran yang dilakukan oleh pihak pemerintah Kota pada hari ini.

BACA: Ngantuk Berat Nonton Piala Dunia, Uang 70,5 Juta Raib Gondol Maling

BACA: Tangani Gugatan, Ketua Bawaslu Lampung Mendapat Intimidasi

Ia mengaku, mengetahui hal ini dari anaknya yang tiba-tiba lari sambil menangis bahwa sudah ada alat berat dan 50-an Petugas Satpol PP yang datang di depan Kampung Pasar Griya Sukarame Jalan Pulau Sebesi.

“Anak saya tiba-tiba lari sambil menangis, teriak-teriak ’emak ada bego ada bego mau masuk’, mendengar itu saya nyuci asal-asal aja karena saking kagetnya,” ujar dia.

Yunilia menerangkan warga tidak mengetahui bahwa hari ini ada pembongkaran. Pihaknya hanya mendapatkan Surat sampai 3 kali namun itu pun semuanya beda-beda.

“Yang pasti kami akan tetap bertahan di sini, karena kami tidak tahu harus pindah ke mana. Kami ini hanya perlu perhatian bukan penggusuran,” tegasnya.

BACA: Merasa Diintimidasi, Ketua Bawaslu Lampung Dijaga Polisi

BACA: Puluhan Paket Sabu Asal Sumut Nyaris Seberangi Selat Sunda

Kepala Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kristina Ayu menerangkan awalnya sekitar puluhan Satpol PP sekitar jam 9 itu berhenti di KPU Kota Bandar Lampung, saat ditanya dengan warga Pol PP tersebut mengaku untuk melakukan pengaman Di KPU. Tetapi ketika alat berat datang Satpol PP tersebut ikut kemari.

“Kita akan stundby di sini, dan akan melakukan perlawanan sampai nanti ada keputusan dari Walikota Bandar Lampung Herman HN melalui jalur audiensi bukan dari surat perintah saja,” kata Kristina. (Sule)

Tanggapan Anda: