• Selasa, 29 September 2020

Terkesan Asal-Asalan, Pembangunan Jalan di Pesibar Nabrak Rumah Warga

Selasa, 22 Mei 2018 - 20.13 WIB
0

Kupastuntas.co, Pesisir Barat - Pembangunan badan jalan di Pemangku Cahyanegeri III, Pekon Lintik Kecamatan Krui Selatan Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) dari anggaran dana desa (ADD) 2018 terkesan asal-asalan, akibatnya uang ratusan juta terbuang percuma alias mubazir.

Bagaimana tidak, setelah dilakukan pembukaan badan jalan, hasil dari proyek tersebut justru menabrak rumah warga atau jalan buntu. Dikhawatirkan dengan kondisi jalan yang buntu tersebut azas manfaatnya tidak akan maksimal.

BACA: Distan Tubaba Ajak Petani Basmi Hama Tikus Dengan Gropyokan

BACA: BNNP Lampung Pastikan Pemanggilan Kakanwil Kemenkum HAM Terealisasi

Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Muslih ketika dikonfirmasi, Selasa (22/05/2018), mengatakan bahwa proyek pembukaan badan jalan tersebut dengan panjang 295 Meter dan lebar 5 Meter termasuk talud pada sisi kiri kanan jalan.

"Saat ini pengerjaan pembukaan badan jalan tersebut sudah rampung, tinggal tahap penyiraman Pasir dan Batu (Sirtu) dan pemadatan dengan menggunakan alat berat," ungkap Muslih.

BACA: Penjual Narkoba di Menggala Ditangkap Satnarkoba Polres Tulang Bawang

BACA: Aktivis Pesibar Ajak PWI Gencar Memberitakan Roda Pemerintah

Kendati demikian, ketika disinggung terkait jumlah anggaran yang dihabiskan dalam pembukaan badan jalan tersebut, Muslih justru sama sekali tidak bisa memberikan penjelasan.

"Kalau anggaran khusus untuk pembukaan badan jalan saya tidak tahu, karena meskipun saya Ketua TPK untuk Rancangan Anggaran Biaya (RAB) tidak saya pegang. Dan yang memegang RAB nya adalah peratin," lanjut Muslih.

"Setahu saya untuk pembukaan badan jalan dan pembangunan balai pekon menghabiskan dana sebesar Rp650 juta. Namun untuk lebih rincinya saya tidak tahu pasti," ujarnya.

BACA: Bawaslu Beberkan Isu-Isu Pelanggaran Kampanye Pilkada Lampung

BACA: Rumah Kayu di Tanggamus Hangus Terbakar Ketika Ditinggal ke Kebun

Begitu juga ketika disinggung terkait alasan badan jalan yang menabrak rumah warga, Muslih mengklaim jalan tersebut bukan menabrak rumah warga, namun justru berakhir persis disamping rumah warga.

"Itu bukan nabrak rumah, tapi memang jalannya berakhir dan mentok disamping rumah warga. Tetapi memang ujung badan jalan buntu," imbuhnya.

Masih kata Muslih, pihaknya juga tidak memahami dengan jelas proses perencanaan pekerjaan tersebut sebelumnya, hingga ujung badan jalan menabrak rumah warga.

BACA: Pemkab Tanggamus Gelar Pasar Murah Bagi Warga Kurang Mampu

BACA: Khamami Sebutkan Program Pembangunan Pro Rakyat saat Safari Ramadan

"Saya tidak tahu seperti apa perencanaannya, saya hanya diperintah untuk melaksanakan pembukaan badan jalan," pungkasnya.

Sementara, banyak pihak memperkirakan dibangunnya jalan buntu tersebut tidak akan maksimal alias kurang manfaatnya. Terlebih kondisi jalan masih berupa badan jalan yang baru dilapisi Sirtu. (Gus)

Editor :