Beranda Daerah Lampung Tanggamus

Tiga Orang Ditemukan Tewas Tenggelam di Air Terjun Pugung Tanggamus

376
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/WhatsApp-Image-2018-07-03-at-20.01.10.jpeg
DIEVAKUASI. Aparat Polsek Pugung Polres Tanggamus, bersama Koramil Pagelaran dan masyarakat mengevakuasi 3 korban tenggelam di Air Terjun Curup Pekon Tanjung Agung Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus, Selasa (3/7/18) siang. Foto : Sayuti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus – Dua warga  Kabupaten Pringsewu dan satu warga Kabupaten Tanggamus, ditemukan tewas di air terjun Curup Pekon Tanjung Agung, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Selasa (3/7/2018) siang.

Ketiga korban tersebut adalah Ayunita (18), dan keponakannya Bela (12), keduanya warga Pekon Sidodadi, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, dan Umi (15), warga Pekon Tanjung Agung, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus.

Informasi yang berhasil dihimpun Kupastuntas.co, ketiga korban pertama kali ditemukan seorang petani bernama Yasroni (54), yang tengah melintas di lokasi air terjun Curup di Pekon Tanjung Agung, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Selasa (3/7/2018) sekitar pukul 11.30 WIB siang.

BACA : Pemprov Lampung Targetkan Penerapan e-Planing dan e-Budgeting di 2019

BACA : Pembangunan Menara Masjid Al-furqon Diduga Bermasalah, BPK : Blacklist Pengembang!

BACA : Pemprov Lampung Terus Usahakan Jaminan Kesehatan Bagi Warga Miskin

Saat itu Yasroni melihat tiga benda mirip tubuh manusia tenggelam di lokasi air terjun. Dipenuhi rasa penasaran, dia pun langsung mendekat dan alangkah terkejutnya dia saat benda yang dilihatnya itu adalah tiga tubuh manusia.

Yasroni pun langsung memanggil warga sekitar untuk membantu melakukan evakuasi, kemudian penemuan mayat itu langsung dilaporkan ke pamong setempat selanjutnya diteruskan ke Polsek Pugung, Polres Tanggamus.

Selanjutnya jenazah Ayunita dan keponakannya Bela dievakuasi ke Puskesmas Rantau Tijang, Kecamatan Pugung, Tanggamus, untuk dilakukan visum dan setelahnya langsung dibawa ke rumah duka di Pekon Sidodadi, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu.

Sementara jenazah Umi, atas permintaan ayah korban,  Eko Saputro menolak untuk di visum dan jenazah langsung dimandikan guna proses pemakaman.

Kapolsek Pugung, Ipda Mirga Nurjuanda, mewakili Kapolres Tamggamus, AKBP I Made Rasma membenarkan kejadian tersebut.

BACA : Pembangunan Komplek Perkantoran Bupati Pesibar Dipastikan Tertunda

BACA : Kabar Gembira! Disnakertrans Tubaba Buka Rekrutmen Pelatihan Calon Tenaga Kerja

BACA : Objek Pajak Way Kanan Bertambah, Adipati Inginkan PAD Ikut Meningkat

“Ketiga korban ditemukan telah meninggal dunia, jenazah Ayunita dan Bela sudah di visum dan diserahkan kepada keluarganya masing-masing untuk dimakamkan. Sedangkan jenazah Umi tidak di visum atas permintaan keluarga, dan langsung diserahkan ke pihak keluarga,” katanya.

Menurut Mirga, dari hasil visum di Puskesmas Rantau Tijang, untuk korban Ayunita dan Bela, meninggal dunia dikarenakan banyak meminum air dan tidak ditemukan luka penganiayaan, serta dipastikan murni tenggelam. Sedangkan jenazah Umi tidak mau dilakukan visum, karena orang tuanya merasa kasihan sehingga minta supaya korban langsung dimakamkan.

Sementara itu Sukirman (50), ayah korban Ayunita mengatakan, awalnya anaknya, Ayunita dan cucunya Bela berpamitan kepada ibunya hendak bermain bersama dan tidak menduga tiba-tiba dikabarkan meninggal dunia.

“Ayunita adalah bibi korban Bela, Ayunita adalah anak saya (Sukiman), jadi Bela itu adalah cucu saya,” katanya. (Sayuti)

Facebook Comments